RADAR JOGJA - Sejak Januari 2020 lalu Bio Farma Group resmi menjadi holding company BUMN Farmasi di Indonesia. Tak lagi hanya memproduksi vaksin dan antisera, tapi juga pelayanan kesehatan dari hulu ke hilir.
Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari Bio Farma Group dan perwakilan dari berbagai rumah sakit, bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam layanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Aco Aslam Yusuf, VP Strategi & Manajemen Pemasaran Produk, menyampaikan, target dan tujuan RTD ini selain untuk mewujudkan Customer intimacy, juga merupakan sarana Bio Farma Group untuk lebih mengenalkan pemasaran yang dilakukan baik terkait produk maupun layanannya. "Diharapkan terealisasi sinergi, kerjasama dan kolaborasi antara Bio Farma group dengan mitra mitra nya diberbagai kota besar di Indonesia," tuturnya dalam Round Table Discussion (RTD) Bio Farma Group di Yogyakarta, Rabu (25/9).
Yudha Bramanti, VP Riset dan Intelijen Pasar, juga menyoroti potensi kerjasama dengan rumah sakit dalam pengadaan fasilitas Radiofarmaka Bio Farma Group yang merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk manufaktur cyclotron secara komersial.
Baca Juga: Mengenal Ular Hidung Babi Timur, Ular asal Amerika Utara dengan 1001 Drama
Baca Juga: Ayah Bejat di Sleman Terancam Hukuman 15 Tahun, Tega Cabuli Putri Kandungnya Lebih dari Lima Kali
Kerjasama lainnya meliputi supply obat dan alat kesehatan. Kerjasama ini pula mencakup hub and spoke laboratorium diagnostik, home care, serta inovasi alat deteksi kanker serviks, Cerviscan, yang menggunakan urin sebagai metode deteksi. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih baik."Sekarang PT Kimia Farma, PT Indofarma dan PT INUKI, yang memiliki sejarah panjang dalam kefarmasian menjadi bagian dari Bio Farma Group," tuturnya.
Menurut dia, Bio Farma Group berkeinginan membentuk ekosistem layanan kesehatan terintegrasi. Mulai dari hulu, seperti produksi obat, alat kesehatan dari produk perusahaan hingga prinsipal lain hingga distribusi dan outlet penjualan melalui jaringan apotek Kimia Farma yang memiliki lebih dari 1.200 outlet apotek yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: PSS Sleman v Malut United, Misi Lanjutkan Tren Positif, Jaga Momentum dan Konsistensi
Baca Juga: KONI Yogyakarta Ingin Pertahankan Prestasi di PON 2028 Nanti, Persiapkan sejak Jauh Hari
"Kami juga berkolaborasi dengan sejumlah rumah sakit membuka layanan homecare yang saat sendang tren bagi kalangan urban di perkotaan," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, Bio Farma juga telah meluncurkan fasilitas Cyclotron untuk produksi radiofarmaka alat pendeteksi kanker Fluorodeoxyglucose (FDG) di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat. Radiofarmaka ini akan menyuplai keperluan rumah sakit yang mempunyai PET Scan.
"Kami siap mensuplai FDG, meski fasilitasnya di Cikarang. Kami sudah kerja sama dengan rumah sakit di Bali. Kami sudah simulasikan dari Cikarang ke Bali kurang dari 6 jam, FDG sudah diterima di rumah sakit. Apalagi di Yogya yang jaraknya lebih dekat," ujarnya.
Selain itu, Bio Farma membuka peluang kolaborasi dengan layanan Imunicare di rumah sakit. Bio Farma menjamin suplai vaksin dnegan harga yang kompetitif. Sudah ada lebih dari 200 outlet klinik dan rumah sakit yang menjalin kerja sama. Bio Farma juga memiliki diagnosa kit kanker serviks, Cerviscan.
Deteksi melalui urine ini tidak perlu melakukan swab pada alat kelamin wanita yang menjadi faktor ketidaknyamanan.
Baca Juga: Ayah Bejat di Sleman Terancam Hukuman 15 Tahun, Tega Cabuli Putri Kandungnya Lebih dari Lima Kali
Baca Juga: Pilkada Kebumen Rawan Wuwuran, KPU dan Bawaslu Perlu Tumbuhkan Kesadaran Pemilih
"Kami juga membuka peluang kolaborasi untuk layanan homecare dari sisi dokter, perawat, fisioterapi, dan medical check up yang saat ini sedang dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan," ujarnya.
Hersi Rosilani, VP Monitoring dan Evaluasi Pemasaran, menekankan pentingnya pemantauan dan evaluasi terhadap efektivitas produk serta layanan yang ditawarkan, guna memastikan Bio Farma Group tetap berkomitmen pada standar kualitas tinggi dan keselamatan pasien. Acara RTD ini mencerminkan komitmen Bio Farma Group untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui diskusi yang konstruktif ini, diharapkan dapat lahir solusi-solusi yang relevan dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.