RADAR JOGJA - Amarah merupakan emosi yang alami dan wajar dirasakan setiap manusia, namun banyak orang cenderung menahan atau menyembunyikan amarah.
Sayangnya menyembunyikan amarah dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak buruk, terutama pada kesehatan mental.
Lima dampak negatif yang bisa terjadi jika kamu terus-terusan menahan amarah.
1. Menurunnya Kesehatan Fisik
Menahan amarah secara terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan fisik, pasalnya menyimpan amarah lebih retan mengalami masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, sakit kepala kronis, dan gangguan pencernaan.
Tubuh yang terus menerus berada dalam keadaan "fight or fight" akibat dari emosi yang dipendam akan mengalami kelelahan dan kerusakan dalam jangka Panjang.
2. Memicu Stres Berlebihan
Saat menahan amarah bukan berarti perasaan tersebut hilang, namun emosi yang dipendam bisa menumpuk dan memicu stres berlebihan.
Ketika kamu tidak dapat mengekspresikan rasa marah, tubuh akan merespon dengan peningkatan stres seperti kortisol. hal inilah dapat memicu rasa kecemasan yang berlebihan, sehingga dapat merusak keseimbangan mental dan fisik.
3. Resiko Depresi Meningkat
Ketika tidak dapat mengskpresikan emosi dengan sehat, perasaan negatif tersebut dapat berubah menjadi depresi. Depresi yang muncul karena ada perasaan yang terpendan dan tidak terselesaikan.
Jika kamu sering menahan amarah mungkin saja akan merasa terjebak dalam keadaan frustasi, karena tidak dapat mengekspresikan apa yang sebenarnya yang dirasakan.
4. Kepercayaan Diri Menurun
Menahan amaran juga dapat mempengaruhi rasa percaya diri, orang yang sering mengabaikan perasaan mereka sendiri demi menjaga perasaan orang lain.
Seiring waktu, hal ini dapat merusak harga diri dan dapat membuat kamu merasa tidak memiliki kendali, atau merasa bahwa perasaan kamu tidak di hargai, yang akhirnya menurunkan kepercayaan diri.
5. Hubungan Sosial Terganggu
Tidak selalu menahan amarah itu baik, bisa juga berdampak buruk pada hubungan sosial. Ketika kamu tidak mampu mengekspresikan perasaan dengan baik, orang sekitar mungkin tidak akan menyadari.
Namun dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan, baik dengan pasangan, teman, atau keluarga. Hal ini dapat berdampak pada komunikasi yang bisa saja mengarah pada kebencian, jarak emosional, dan dapat menyebabkan konflik besar di masa depan.
Menahan amarah bukanlah solusi yang sehat untuk jangka panjang, meskipun kadang sulit untuk mengekspresikan amarah. Oleh karena itu penting untuk mengelola dan mengekspresikan emosi dengan cara yang positif.
(Windu Fitri Yansi; Berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin