RADAR JOGJA – Rokok elektrik atau vape bukan hal yang asing bagi remaja saat ini.
Asap yang dihasilkan oleh vape dikarenakan zat kimia yang terkandung dalam cairan yang bernama e-Liquid.
E-Liquid merupakan cairan yang di gunakan dalam roko elektrik dan produk vaping lainnya.
Liquid vape di sini terbuat dari bahan-bahan campuran utama seperti, Gliserin nabati, Propilen glikol, dan perasa.
E-Liquid juga memiliki kandungan yang sangat berbahaya lho? Yuk Simak sebagai berikut:
1. Nikotin
Liquid di sini ternyata juga mengandung nikotin seperti rokok pada umum nya.
Liquid vape mengandung nikotin dengan dosis yang bervariasi antar merek dan produk.
Nikotin ini adalah Zat adiktif yang menyebabkan penggunanya ketagihan.
2. Volatile Organic Compounds ( VOC)
Volatile Organic Compounds ( VOC) adalah senyawa organik yang mudah menguap.
Salah satunya propilen glikol, propilen glikol adalah zat tambahan yang biasa di pakai di dalam olahan makanan, seperti es krim atau pemanis cair.
3. Gliserin
Vegetable glycerin atau gliserin adalah bahan yang berasal dari tanaman.
Gliserin kerap di gunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan dan pembuatan obat yang memberi rasa manis.
4. Bahan perasa
Sebenarnya ada lebih dari 7.000 rasa unik dalam liquid vape yang bisa kalian nikmati. Diacetyl adalah salah satu bahan kimia perasa untuk vape yang juga banyak di tambahkan pada mentega dan caramel.
5. Senyawa karbon
Senyawa karbon ini seperti formaldehyde, acetaldehyde, acrolein, dan glycidol adalah zat yang di temukan dalam aerosol atau uap vape.
6. Acrolein
Acrolein merupakan herbisida yang biasanya di gunakan untuk membunuh gulma.
7. Logam
Senyawa logam beracun ini sering di temukan dalam asap yang di hasilkan dari liquid vape, seperti nikel, timah, cadmium, dan kromium.
Itu tadi kandungan zat yang terdapat dalam e-liquid.
Penulis: Erika Novita Aryani
Editor : Bahana.