RADAR JOGJA - Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKT FK-KMK) UGM mendatangi SMAN 10 Jogja Selasa (16/7). Tujuannya untuk sosialisasi tentang penularan, gekjala, dan penanganan Tuberkulosis (TBC).
"Kami sosialisasi ke anak-anak muda, mereka juga riskan terkena TBC. Penyakit ini tidak memandang usia," kata Peneliti PKT FK-KMK UGM Prof dr Ari Probandari Selasa (16/7).
Merujuk data WHO akhir 2023, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak di dunia, setelah India. "Targetnya, pada 2030 Indonesia berhasil mengeliminasi TBC. Artinya tidak ada kasus baru TBC di Indonesia," harapnya.
Perlu diketahui, TBC disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini bisa tersebar melalui udara dari orang ke orang. Karena droplet yang dihasilkan dari batuk atau bersin.
"Bakteri itu masuk ke paru-paru, membuat pengidapnya sesak napas, batuk kronis, bahkan bisa meninggal kalau tidak ditangani," bebernya.
Selama ini, pendertita TBC masih dianggap sebagai aib. Hal ini membuat banyak orang akhirnya tidak melakukan pengobatan. "Hal yang harus dihindari itu penyakit dan penularannya, bukan orangnya," paparnya.
UGM juga secara berkala terus melakukan riset terkait TBC. Salah satu hasil riset yang dimiliki adalah adanya penemuan bernama E-Nose TB: Inovasi electronic-Nose untuk skrining Tuberkulosis.
Disebutnya, E-Nose TB bekerja dengan menganalisis dan mendeteksi senyawa volatile organic compound (VOC) di hembusan napas dengan sensor. Penggunaan artificial intelligence (AI) ini, akan memberikan prediksi infeksi tuberkulosis pada penggunanya.
Siswa SMAN 10 Jogja Faiza Anindya mengaku sebelumnya sudah tahu perihal TBC. Namun hanya secara umum dan sekilas.
"Hari ini (kemarin, Red) dijelasin banyak dan jelas, jadi lebih peduli juga sekarang," ujar perempuan kelas 11 ini.
Dia juga khawatir dengan penularan TBC. Mengingat secara rangking, penderita TBC di Indonesia sangat tinggi dan berpotensi diderita oleh anak muda. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika