RADAR JOGJA - Gula merupakan salah satu zat yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Namun, seiring dengan semakin banyaknya penelitian tentang tentang dampak buruk konsumsi gula yang berlebihan, banyak orang kini mulai mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi gula.
Jika kamu pun berencana untuk berhenti mengonsumsi gula, berikut adalah respons tubuhmu yang akan terjadi mengutip pada salah satu akun instagram netizen:
Hari Pertama: Kualitas Tidur Membaik
Saat kamu berhenti mengonsumsi gula, kadar gula darah dalam tubuh mulai stabil.
Sehingga hal ini berdampak pada kualitas tidur yang lebih baik, karena gula tidak lagi mengganggu siklus tidur-bangun tubuhmu.
1 Minggu: Muka Menjadi Cerah
Setelah seminggu berhenti mengonsumsi gula, kulit wajahmu akan terlihat lebih cerah dan bersih.
Hal ini disebabkan oleh berkurangnya peradangan dan kerusakan kolagen akibat konsumsi gula yang berlebihan.
2 Minggu: Mood Menjadi Lebih Baik
Dalam dua minggu, kamu akan merasakan mood yang lebih baik dan stabil.
Hal ini terjadi karena gula dapat memicu lonjakan produksi hormon serotonin, yang kemudian diikuti oleh penurunan kadar hormon tersebut.
Saat kamu berhenti mengonsumsi gula, produksi hormon serotonin menjadi lebih stabil.
3 Minggu: Terhindar dari Risiko Penyakit Kronis
Dalam jangka panjang, berhenti mengonsumsi gula dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.
Hal ini karena konsumsi gula yang berlebihan terkait erat dengan peningkatan kadar insulin, inflamasi, dan stres oksidatif.
1 Bulan: Terhindar dari Obesitas
Setelah satu bulan berhenti mengonsumsi gula, berat badanmu akan mulai turun.
Gula merupakan salah satu penyebab utama obesitas karena dapat meningkatkan asupan kalori dan mendorong penimbunan lemak di dalam tubuh.
Dengan berbagai manfaat positif tersebut, sangat disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi gula.
Mari mulai langkah ini dengan memperhatikan label nutrisi pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. (Akmal Haidar Alfath)
Editor : Winda Atika Ira Puspita