RADAR JOGJA – Mungkin tanaman adas masih asing terdengar bagi sebagian orang di Indonesia.
Tanaman dengan nama ilmiah Foeniculum Vulgare sudah banyak digunakan untuk obat dan ramuan herbal.
Tanaman ini memiliki ciri warna hijau dan putih, daun yang mirip seperti bulu dan bunga berwarna kuning.
Bagian yang bisa dikonsumsi adalah umbinya dan bijinya yang memiliki rasa lembut seperti licorice.
Rasa bijinya cenderung lebih kuat karena adanya minyak atsiri yang banyak di dalamnya.
Mengutip dari healthline.com, berikut ini adalah beberapa manfaat tanaman Adas bagi tubuh yang didasarkan oleh sains.
1. Rendah kalori dan kaya akan nutrisi
Umbi adas menjadi sumber vitamin C yang baik untuk kekebalan tubuh, perbaikan jaringan hingga sebagai antioksidan.
Baik umbi maupun bijinya mengandung mineral mangan, yang baik untuk metabolisme tubuh, perkembangan tulang, pengaturan gula darah, dan penyembuhan luka.
Kandungan lainnya meliputi potassium, magnesium dan kalsium.
2. Mengandung senyawa yang baik bagi tubuh
Semua bagian tanaman adas memiliki sifat antioksidan yang kuat seperti asam klorogenat, limonene, dan quercetin yang baik bagi tubuh.
Dan bagi yang mengkonsumsinya akan lebih rendah terkena penyakit kronis seperti penyakit jantung, obesitas, kanker, penyakit syaraf, hingga diabetes tipe 2.
3. Menekan nafsu makan
Penelitian ini dilakukan kepada 9 wanita yang meminum 250 ml teh yang dibuat dengan 2 gram biji adas sebelum makan siang, dan merasa jauh lebih sedikit lapar dan lebih sedikit konsumsi kalori.
Hal tersebut karena kandungan anethole yang dimilikinya untuk menekan nafsu makan.
Namun, masih perlu dilakukan banyak penelitian lagi terkait hal ini.
4. Baik untuk jantung
Kandungan serat, potassium, magnesium dan kalsium semuanya penting untuk merawat kesehatan jantung.
5. Dapat melawan kanker
Penelitian ini dilakukan pada hewan dan menunjukkan ekstrak bijinya dapat melindungi dari kanker payudara dan hati.
Namun, masih tetap diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap manusia sebelum dapat direkomendasikan sebagai pengobatan alternatif untuk kanker.
6. Baik untuk ibu menyusui
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa adas dapat meningkatkan sekresi asi dan penambahan berat badan pada bayi yang disusui.
Namun penelitian lain, tidak menunjukkan manfaat tersebut.
Sebaiknya tetap berkonsultasi kepada dokter terkait penggunaan adas untuk merangsang produksi asi.
7. Sifat antibakteri
Ekstrak adas dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur seperti E Coli, Staphylococcus Aureus, dan Candida albicans.
8. Mengurangi peradangan
Kandungan antioksidannya seperti vitamin C dan quercetin dapat membantu mengurangi peradangan.
9. Baik untuk memori
Penelitian ini dilakukan pada hewan dan menunjukkan bahwa ekstrak adas dapat mengurangi difisit memori terkait penuaan.
10. Meringankan gejala menopause
Sebanyak 10 penelitian mencatat bahwa adas dapat meningkatkan fungsi kepuasan seksual pada wnaita, rasa gatal pada vagina, nyeri saat seks, hingga gangguan tidur.
Editor : Meitika Candra Lantiva