Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Beri Dukungan Hari Kanker Anak Sedunia, Puluhan Orang Cukur Gundul

Fahmi Fahriza • Minggu, 11 Februari 2024 | 21:33 WIB

SOLIDARITAS : Sesi sosialisasi terkait mitigasi dan pengenalan risiko kanker anak yang diinisiasi oleh YKAKI dalam momentum peringatan Hari Kanker Anak Sedunia.
SOLIDARITAS : Sesi sosialisasi terkait mitigasi dan pengenalan risiko kanker anak yang diinisiasi oleh YKAKI dalam momentum peringatan Hari Kanker Anak Sedunia.
 JOGJA - Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Jogjakarta baru saja melangsungkan agenda sosialisasi dan mengampanyekan awareness kepada publik terkait gejala dini kanker pada anak yang dilangsungkan di Atrium Jogja City Mall (JCM).

Agenda tersebut dijalankan seiring dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia atau International Childhood Cancer Day (ICCD) yang jatuh pada 15 Februari mendatang.

Guru sekolah YKAKI Sekar Adi Meta mengatakan, bahwa sosialisasi tersebut jadi agenda tahunan yang dijalankan YKAKI, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit kanker yang mengancam nyawa anak-anak.

Disebutnya, YKAKI sendiri memetakan target audience sosialisasi lebih banyak menyasar kalangan perempuan atau ibu-ibu yang dominan datang dari kader posyandu.

"Kami mengundang banyak kader posyandu, karena mereka banyak yang terlibat langsung dan punya peranan edukasi juga," katanya pada Radar Jogja, Minggu (11/2).

Tak hanya itu, dalam gelaran tersebut turut dihadirkan juga kampanye bertajuk Berani Gundul, yakni mempersilakan masyarakat secara umum untuk mau berdonasi dan membantu anak-anak pasien kanker dengan mencukur habis rambutnya.

"Berani Gundul ini juga campaign yang sudah ada bertahun-tahun, dan secara umum antusiasmenya juga tinggi dari masyarakat," sambungnya.

Perihal target pengunjung yang terlibat dalam kampanye Berani Gundul, Meta memperkirakan bisa mencapai ratusan orang, mengingat pelaksanaan acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

"Harapannya tentu sebanyak mungkin yang terlibat, ini tadi sepertinya sudah banyak yang terlibat, sudah puluhan," terangnya.

Meta menjelaskan, bahwa YKAKI sendiri terhitung sejak 2013 silam telah membantu dan memfasilitasi lebih dari 350 anak kanker di Jogjakarta, tak hanya melakukan proses pendampingan pada kesehatan, namun juga aspek lain termasuk pendidikan.

Ia merinci bahwa anak-anak yang difasilitasi oleh YKAKI terhitung sejak usia 0 hingga mencapai 18 tahun.

"Paling besar yang kami bantu usia 18, karena dari aturan kami itu hitungannya masih termasuk anak-anak," bebernya.

Ia sendiri berharap, bahwa kampanye dan sosialisasi yang dilakukan YKAKI tersebut bisa berimplikasi positif terhadap awareness masyarakat umum yang kian meningkat terkait bahaya kanker dan cara-cara preventif yang harus dilakukan.

"Kami berharap apa yang kami lakukan bisa berdampak ke masyarakat luas, baik dari sisi edukasi atau kesadaran," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung yang turut terlibat dalam kampanye Berani Gundul Verrell menyampaikan, bahwa ini kali keduanya terlibat dalam kampanye gundul tersebut.

"Pertama kali ikut di 2017, waktu itu potong gundul juga, dan ini tadi diniatkan juga dari rumah ke sini untuk ikut lagi," serunya.

Ia sendiri mengapresiasi konsistensi YKAKI karena terus menyuarakan sosialisasi terkait kanker anak tersebut, disebutnya hal tersebut sangat penting untuk dilakukan apalagi di ruang publik yang bisa menyadari lebih banyak demografi dan kalangan.

"Ini hal yang bagus dan saya apresiasi, awareness masyarakat bisa lebih meningkat dengan isu ini," tandasnya. 

Editor : Bahana.
#Cukur Gundul #anak #kanker