Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Balita di Paliyan Gunungkidul Paling Banyak Terkena Stunting

Gunawan RaJa • Selasa, 2 Januari 2024 | 15:30 WIB
Ilustrasi Stunting
Ilustrasi Stunting

 

RADAR JOGJA - Kasus stunting di wilayah Gunungkidul masih tinggi. Berdasarkan data,  saat ini jumlah kasus stunting ada 4.700 kasus atau 15, 79 persen pada semester I 2023. Tersebar di 18 kapanewon. Tertinggi ada di Kapanewon Paliyan dengan 285 Kasus, dan terkecil kasusnya ada di Kapanewon Purwosari dengan 43 kasus.

"Namun secara persentase Puskesmas Karangmojo II tertinggi dengan 24, 23 persen dan Puskesmas Purwosari dengan 4, 45 persen," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty Senin (1/1/2024).

Intervensi penurunan stunting terintegrasi salah satunya dengan pengukuran tinggi badan pada anak balita. Akurasi pengukuran berat dan tinggi badan cukup penting untuk penanganan stunting.


Dewi mengatakan, pengukuran dan publikasi angka serta prevalensi stunting merupakan upaya untuk mendapatkan data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kapanewo dan kalurahan.


Sementara itu, anggota DPRD Gunungkidul Ery Agustin mengatakan, pelayanan gizi merupakan komponen penting dalam menunjang penurunan kasus stunting. Pihaknya mendukung
prevalensi stunting hasil dari pengukuran status gizi balita dipublikasikan.

"Sehingga dapat digunakan menjadi dasar penyusunan secara lebih detail kegiatan terkait stunting," kata Ery Agustin.

Pihaknya juga mendorong pemkab agar lebih serius menangani fenomena pernikahan dini. Angka pernikahan dini masih tinggi, terbaca dari pengajuan dispensasi nikah.

Baca Juga: Musuh Indonesia di Piala Asia, Jepang Mengumumkan Pemainnya, Ada Wataru Endo Hingga Kaoru Mitoma

"Nikah dini bisa dapat bom waktu jika tidak diantisipasi," ucapnya.

Berpotensi muncul berbagai persoalan rumah tangga. Selain itu dari sisi kesehatan berpotensi mengganggu kondisi biologis lantaran belum siap menikah. Seperti potensi terjadinya stunting hingga kanker serviks (rahim).

"Perlu edukasi ke masyarakat sebagai pencegahan, agar kelompok remaja mampu menjaga pergaulan secara sehat," terangnya. (gun)

Editor : Heru Pratomo
#Paliyan #Gunungkidul #Stunting #puskesmas #Kapanewon Purwosari