Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Dikonsumsi Mentah, Singkong Ternyata Memiliki Kandungan Sianida di Dalamnya

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 20 Desember 2023 | 17:27 WIB
Ilustrasi singkong. (nakita.grid.id)
Ilustrasi singkong. (nakita.grid.id)

 


RADAR JOGJA – Salah satu makanan berkarbohidrat jenis umbi yang mudah ditemui di Indonesia adalah singkong.

Singkong juga bisa menjadi makanan pokok selain nasi untuk kebutuhan karbohidrat dalam tubuh.


Selain karbohidrat, singkong juga memiliki kandungan lainnya seperti kalori, protein, serat, kalsium, magnesium, kalium, dan vitamin C, yang baik untuk tubuh.


Akan tetapi, singkong ternyata juga memiliki kandungan yang berbahaya jika dikonsumsi dengan tidak tepat.

Kandungan tersebut yaitu sianida.

Mungkin banyak orang yang belum tahu jika ternyata singkong memiliki kandungan sianida.


Kandungan sianida pada singkong tersebut bersifat alami dan tidak memberikan efek buruk pada tubuh jika diolah dengan cara yang tepat.


Sianida pada singkong ini berbentuk glikosida dan sianogenik. Sianida akan memberikan efek buruk pada tubuh jika mengonsumsi singkong saat masih mentah.


Sedangkan unsur utama yang membentuk sianida pada singkong adalah linamarin dan lotaustralin. Linamarin akan membentuk aseton sianohidrin yang mudah terurai jika berada di lingkungan dengan suhu dan pH tinggi.


pH yang tinggi, ada pada tubuh manusia. Oleh karena itu, jika mengonsumsi singkong dengan keadaan masih mentah, aseton sianohidrin tersebut akan terurai dan membahayakan tubuh.


Kandungan sianida pada singkong, terletak di bagian akar, kulit, dan daun. Kulit menjadi bagian pada singkong yang memiliki kandungan sianida terbanyak. Oleh karena itu untuk mengolahnya, singkong perlu dikupas terlebih dahulu.


Umumnya, keracunan akibat sianida dalam tubuh manusia dapat terjadi ketika sianida yang masuk dalam tubuh melebihi batas kemampuan detoksifikasi manusia.

Kadar mematikan sianida bagi manusia mencapai 0,5 hingga 3,5 mg/kg berat badan.


Akan tetapi, jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil atau kurang dari 0,5 hingga 3,5 mg/kg berat badan, sianida tersebut akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan dari tubuh.


Cara menghilangkan sianida pada singkong yaitu dengan memasaknya atau mengolahnya.

Paparan suhu yang tinggi pada singkong bisa mempercepat proses penguraian senyawa yang terdapat pada sianida.


Dapat diolah dengan cara merebus, memanggang, ataupun menggoreng. Akan tetapi, jika diolah dengan cara merebus, air bekas rebusan tersebut harus dibuang.


Atau bisa juga dengan cara direndam di dalam air soda kue. Perendaman di dalam air soda kue yang memiliki kandungan natrium bikarbonat, dapat menurunkan kadar sianida pada singkong.


Selain dengan cara pengolahan yang benar, juga perlu mengetahui ciri-ciri singkong yang memiliki kadar sianida yang tinggi agar lebih cepat terhindar dari bahaya sianida.


Daun pada pohon singkong memiliki warna pucat atau kuning. Hal tersebut dapat terjadi karena kemungkinan terinfeksi oleh hama yang dapat meningkatkan kadar sianida.


Singkong yang memiliki kadar sianida yang tinggi biasanya memiliki rasa yang pahit pada dagingnya juga memiliki bau yang aneh atau tidak normal.


Kita juga bisa melihatnya melalui respon hewan yang juga memakan singkong. Jika hewan tersebut memberikan gejala keracunan setelah mengonsumsi singkong, itu bisa menjadi petunjuk jika singkong tersebut tidak aman untuk dikonsumsi. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Caleg Mempeng Pasang APK, DPTMPTSP Purworejo Kehabisan Stiker Izin

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#sianida #Efek #Kesehatan #kandungan zat #singkong