Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tantrum. Perilaku yang Sering Ditunjukkan Si Kecil Pada Usia Balita, Ternyata Ada Manfaatnya Lho !

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 21 November 2023 | 00:15 WIB
Ilustrasi anak tantrum. (pediasure.co.id)
Ilustrasi anak tantrum. (pediasure.co.id)


RADAR JOGJA – Anak pada saat masih usia balita (1-5 tahun), biasanya sering mengalami tantrum.

Ini dapat terjadi karena pada usia itu, kemampuan bahasa anak masih terbatas sehingga susah untuk mengekspresikan perasaannya.

Pada usia balita, merupakan tahap perkembangan bahasa anak yang mulai berkembang.


Tetapi, seiring berjalannya waktu saat kemampuan bahasa anak sudah meningkat, tantrum dapat berangsur hilang dari kebiasaan anak karena mereka sudah bisa mengungkapkan perasaannya.

Anak juga menjadi lebih mampu mengendalikan emosinya.


Tanda Tantrum


Tantrum adalah kondisi ketika anak meluapkan emosi maupun perasaannya dengan cara menangis, berguling-guling, meronta, menjerit, memukul, bahkan melempar barang.


Efek Tantrum


Walaupun tantrum sudah biasa terjadi pada anak, tapi jangan dibiarkan terus menerus karena bisa mempengaruhi perkembangannya.


Selain itu, tantrum juga dapat memberikan risiko seperti anak-anak menjadi lebih tempramen, akan mengalami stress, kelelahan, dan stimulasi berlebihan, serta membuat emosi anak menjadi kuat.


Cara Menangani


Pada saat anak mengalami tantrum, tunggu sampai anak merasa tenang dan sudah berhenti dari menangisnya.


Setelah itu, cobalah untuk bersikap tenang. Jangan menghadapi anak tantrum dengan berteriak atau memaksa anak untuk berhenti menangis, apalagi memukul bahkan mencubit anak.


Ajak anak berbicara ditempat yang sepi untuk menenangkan emosinya.

Beri pelukan dan ciuman pada anak untuk menunjukkan bahwa kalian sayang dan akan selalu memberikan rasa nyaman, aman, dan peduli pada mereka.


Pada saat tantrum terjadi, anak juga terkadang suka melempar barang yang ada disekitarnya.

Oleh karena itu, jauhkan barang-barang berbahaya dari jangkauan anak agar tidak mengenai dirinya ataupun orang lain karena lemparan yang dilakukannya.


Tantrum juga dapat terjadi karena anak merasa keinginannya tidak terpenuhi, atau merasa lapar, lelah, maupun mengantuk.


Jika anak tantrum karena keinginannya tidak terpenuhi, misalnya karena ingin membeli mainan, jangan menuruti kemauan tersebut.


Jika menggunakan cara itu, bisa berakibat pada kemudian hari, dimana anak menggunakan kembali cara itu untuk mendapatkan keinginannya.


Cobalah untuk mengalihkan ke hal yang lainnya karena anak mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Atau dapat juga dengan cara memberikan pilihan pada anak.

Memberikan pilihan anak menjadi cara pengganti untuk bilang tidak pada anak. Memberikan pilihan ini dilakukan untuk memberi rasa kontrol pada anak.


Jauhkan anak dari penyebab rasa tantrum. Toko mainan menjadi salah satu anak mengalami tantrum.


Ternyata Perilaku Tantrum Ada Manfaatnya


Walaupun tantrum memberikan efek negative untuk anak jika dibiarkan terus menerus, tetapi ternyata perilaku tantrum juga bisa memberikan manfaat baik untuk anak sendiri maupun untuk orang tua.


Pada saat anak tantrum dan mengekspresikannya dengan menangis bahkan mengamuk, itu dapat membantu anak untuk belajar mengendalikan dirinya.


Lama-kelamaan, anak akan mengerti bahwa dengan menangis bahkan mengamuk bukan cara yang tepat untuk menarik perhatian orang tua atau untuk memaksakan kehendaknya.


Pada saat orang tua mengatasi tantrum pada anak, orang tua akan memberikan pelukan dan ciuman untuk anak. Perlakuan tersebut dapat mendekatkan hubungan antara anak dengan orang tua.


Melalui pelukan tersebut, anak akan belajar untuk menerima keputusan dan akan membuat anak dan orang tua merasa lebih dekat.


Setiap keinginan anak tidak harus selalu dituruti. Walaupun nantinya anak akan mengamuk (tantrum), tetapi sebagai orang tua harus memberikan sikap tegas dengan memberikan pengertian dan batasan-batasan perilaku maupun permintaan yang tidak harus selalu dituruti.


Sikap tegas yang diberikan pada anak akan memberikan pengertian pada anak bahwa mengamuk bukan menjadi senjata agar keinginannya terpenuhi. (Anistigfar/Radar Jogja)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Perilaku Tantrum Ada Manfaatnya #tantrum #emosi #cara menangani anak tantrum #balita tantrum