SLEMAN - Data Heartology Cardiovascular Center mencatat, setidaknya ada 80 ribu bayi di Indonesia lahir dan mengalami penyakit jantung bawaan setiap tahun.
Sekitar 25 persen diantaranya membutuhkan penanganan serius pada tahun pertama kelahiran.
Atas kondisi itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyalurkan alat bantu kesehatan berupa mesin EKG AliveCor KardiaMobile 6L kepada Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM).
Tujuannya, untuk mendukung penelitian implementasi deteksi dini penyakit jantung bawaan. Mesin EKG Lead 6 langsung diujicoban kepada siswa kelas 1 SDN Percobaan 2 Jogja.
Baca Juga: Jual Obat Ilegal secara Online, Segini Omzet Yang Didapat dari Para Pelaku
"Penyakit jantung bawaan di Indonesia masih menjadi salah satu masalah penting di bidang kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat. Untuk itu diperlukan berbagai inisiatif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta," ujar Kepala KCU Yogyakarta Dovi Kurniawan, Rabu (8/11/2023).
Dukungan sejalan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 103 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Daerah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Yogyakarta Lestari Tahun 2021-2025.
Di sisi lain, bantuan sekaligus upaya mendukung perkembangan ilmu kedokteran di Indonesia.
"Dukungan ini menjadi bentuk wujud nyata kami untuk ikut mendukung upaya deteksi penyakit jantung bawaan pada anak sejak dini," ujarnya.
Dia berharap dengan adanya deteksi penyakit jantung bawaan sejak dini.
Maka penanganan medis serta pengobatan yang akan diterima menjadi lebih tepat sasaran.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM Sudadi mengapresiasi bantuan yang akan digunakan untuk pengembangan ilmu.
"Menjadi salah satu aset berharga yang menunjang penelitian dan pendidikan kedokteran di FK-KMK UGM. Tentunya, alat EKG 6L ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk melatih dan mengedukasi Guru UKS Sekolah Dasar," ujarnya.
Baca Juga: Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat DIY No 71/K/DPRD/2023
Termasuk, bagi para tenaga medis di Puskesmas setempat. Sehingga bisa menjadi semakin terampil untuk mendeteksi penyakit jantung bawaan pada anak sejak dini.
"Program skrining penyakit jantung bawaan pada anak yang sudah termuat dalam Peraturan Gubernur Provinsi DIY dapat terlaksana dengan baik," ujarnya. (lan).
Editor : Bahana.