RADAR JOGJA - Apakah kamu termasuk orang yang suka mengopek kulit jari?
Mengopek kulit jari sering dianggap sebagai kebiasaan sepele.
Tanpa kamu sadari kebiasaan ini dapat memberikan konsekuensi serius pada kesehatan fisik dan mental seseorang.
Dalam beberapa kasus, mengopek kulit jari biasanya dilakukan ketika jari gatal, namun ada juga yang melakukannya secara terus menerus karena kebiasaan.
Berikut penjelasan mengenai bahaya, penyebab dan solusinya :
Bahaya mengopek kulit jari
⦁ Infeksi
Mengopek kulit jari kadang memberikan efek kepuasan bagi seseorang namun hal ini memiliki resiko seperti terjadinya infeksi.
Infeksi muncul karena adanya bakteri pada alat atau tangan yang digunakan untuk mengopek kulit jari
⦁ Luka
Kebiasaan mengopek kulit umumnya dilakukan dalam jangka waktu yang lama.
Semakin lama jangka waktu untuk mengopek kulit secara kasar menyebabkan luka pada kulit disertai dengan pendarahan yang sulit untuk dihentikan dan butuh waktu untuk proses penyembuhannya.
Baca Juga: Aliansi Bela Garuda Harap Pemilu 2024 Berlangsung Demokratis, Jujur, dan Adil
⦁ Kerusakan kulit
Mengopek kulit secara berulang-ulang dapat menimbulkan bekas luka yang permanen.
Luka permanen tersebut merusak fisik jari atau terlihat seperti tidak terawat.
⦁ Kecanduan
Mengopek kulit jari memiliki tujuan yaitu untuk mendapatkan kepuasan.
Oleh karena itu, ketika sedang stress, orang akan mulai mengopek kulit jari sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang sulit dihentikan.
Penyebab mengopek kulit jari
⦁ Kecemasan dan stress
Melakukan tindakan mengopek kulit jari didorong oleh gangguan kecemasan dan stress.
Stress yang melanda pada diri seseorang memungkinkan untuk mencari cara meredakan dengan ketegangan tersebut dengan mengopek kulit.
⦁ Kebiasaan komplusif
Beberapa orang memiliki gangguan mental seperti trichotillomania atau dermatillomania yang membuat seseorang terdorong untuk melakukan tindakan mengopek kulit.
⦁ Gangguan mood
Seseorang yang sedang merasa putus asa atau tidak berdaya atau merasa bersalah berlebihan sering menggunakan cara mengopek kulit untuk meredakan gangguan perasaan yang dialaminya.
⦁ Kebiasaan sosial
Pada umumnya, kebiasaan mengopek kulit berawal dari melihat orang di sekitar sehingga menular hingga menjadi sebuah kebiasaan.
Solusi
Kebiasan mengopek kulit ini harus segera diatasi agar tidak mendapatkan reaksi yang lebih serius pada kesehatan jari.
Adapun solusi yang harus diambil adalah :
⦁ Konsultasikan dengan dokter atau terapi psikologis profesional.
Untuk menghentikan kebiasaan mengopek kulit, diperlukan bantuan pihak-pihak profesional sesuai dengan bidangnya agar mendapatkan perawatan yang tepat.
⦁ Mencari aktivitas lain
Cobalah untuk mulai mengontrol kebiasan dengan menggantikan dengan aktivitas lain yang lebih positif. (Redempta Erinita Yolanda/Radar Jogja)
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/kebiasaan-menguliti-jari-tangan