Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Faktor Penyebab Bunuh Diri Di Kalangan Mahasiswa dan Upaya Pencegahannya

Bahana. • Rabu, 18 Oktober 2023 | 18:40 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Pada akhir-akhir ini kasus bunuh diri sangatlah marak terjadi, terutama pada kalangan mahasiswa.

Belum lama ini kasus bunuh diri terjadi pada mahasiswa Undip (Universitas Diponegoro) Semarang. Kejadian itu terjadi pada bulan Agustus lalu. 

Bunuh diri merupakan sebuah perilaku yang sangat  tabu untuk dilakukan di Indonesia. Menurut pandangan agama, bunuh diri atau mengakhiri hidup dengan sengaja merupakan dosa besar.

Akhir-akhir ini kasus bunuh diri di Indonesia sering terjadi terutama pada kalangan mahasiswa. Penyebab utamanya karena mereka memiliki kondisi depresi yang berat.

Depresi berat muncul karena menumpuknya masalah-masalah di kehidupan pribadinya.

Akibat depresi itu kemudian memunculkan reaksi yang berlebih, salah satunya memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Dilansir dari  ReJogja. menurut Psikolog Klinis Kasandra Putranto beberapa masalah yang dihadapi oleh mahasiswa yang dapat mengakibatkan bunuh diri diantaranya keuangan, masalah dengan dosen, hubungan akademis, permasalahan dengan teman, masalah percintaan, dan gangguan kesehatan.

Mereka yang memutuskan untuk bunuh diri beranggapan bahwa dengan diakhirinya hidup maka masalah-masalah tersebut akan selesai. 

Mahasiswa yang masih tergolong labil dan tidak adanya dukungan dan dorongan dari orang-orang terdekat menyebabkan pemikiran untuk mengakhiri hidup muncul dengan mudah.

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan resiko bunuh diri di kalangan mahasiswa;

Tekanan Akademik

Tekanan akademik ini sering sekali menjadi salah satu faktor utama tingginya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa. Tekanan akademik tersebut seperti persaingan yang sengit dan  beban studi yang berat. Masalah tersebut menyebabkan tingkat stres  yang tinggi.

Tekanan  Keluarga

Setiap keluarga terutama memiliki harapan dan keinginan  yang besar terhadap anaknya. Mereka memiliki ekspektasi-ekspektasi yang tinggi, namun anak merasa tidak mampu memenuhinya. Ekspektasi yang tinggi tersebut  yang dapat menyebabkan tingkat stres anak meningkat.

Masalah Kesehatan Mental

Sebagian besar mahasiswa yang merasa memiliki gangguan mental enggan untuk memeriksakannya kepada para ahli.

Mereka seringkali melakukan diagnosa sendiri, sehingga terkadang menimbulkan salah diagnosa. Masalah mental yang sering muncul di kalangan remaja seperti kecemasan, depresi, gangguan bipolar, dan lain-lainnya.

Tidak adanya pendampingan dari para ahli akan menyebabkan masalah tersebut semakin besar dan mengarah kepada aksi bunuh diri.

Upaya pencegahan kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa berasal dari orang-orang terdekat seperti teman dan keluarga terutama orang tua.

Caranya yaitu dengan menjadi pendengar yang baik dan memberikan dorongan dan motivasi.

Dorongan dan motivasi tersebut bukan berupa tekanan atau penghakiman  namun sebuah solusi terhadap  masalah yang sedang dihadapinya.

Dengan begitu, mereka yang merasa depresi akan merasa terbantu dan merasa tidak sendiri.

 

 

 

Editor : Bahana.
#mental #bunuh diri