Menurutnya, selama ini bangsal anak di RSKIA Sadewa terbilang terbatas. Untuk itu, jika sedang ramai, pasien terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit lainnya.
"Kami berharap bisa memperluas layanan, cakupan ke masyarakat. Karena selama ini bangsal anak kita ini sangat terbatas karena sebagian besar untuk bangsal ibu. Kalau fasenya meningkat harus kita rujuk. Apalagi yang VIP untuk anak belum ada," jelasnya saat ditemui di Aula RSKIA Sadewa, Sabtu (17/9).
Joko menyebut ada beberapa hal yang ditambahkan pada ruang rawat inap anak VIP. Misalnya dengan pemasangan ornamen-ornamen yang disukai anak-anak. Lalu penggunaan gaun karakter kartun bagi para perawat.
Fasilitas di dalam kamar juga terbilang lengkap. Seperti tempat tidur yang dilengkapi dengan pembatas di tepinya, kamar mandi, hingga sofa bagi keluarga yang tengah mendampingi pasien. Ini semua disesuaikan dengan kekhasan anak-anak.
"Ruang rawat inap itu harus dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak tidak merasa takut. Semua rumah sakit pasti ada bangsal khusus anak. Tapi baru ada satu dua rumah sakit yang dikemas dengan selera anak. Kita harus membuat dia itu enjoy dan mengikuti prosedur pengobatan," katanya.
Hingga saat ini RSKIA Sadewa tercatat memiliki beberapa jenis kamar rawat inap. Terdiri dari kelas satu sebanyak 6 kamar, kelas utama 5 kamar, VIP 10 kamar, dan VVIP dua kamar.
Joko berharap, dengan adanya ruang rawat inap anak VIP ini nantinya dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih optimal.
"Harapannya bisa memenuhi tuntutan kebutuhan dari masyarakat," ujarnya. (*/ isa/dwi) Editor : Editor News