Pelayanan KB ini di hadiri oleh sekitar 250 peserta. Berasal dari berbagai daerah di Jogjakarta. Rentang usia juga beragam dengan status ibu rumah tangga.
"Program-program KB di Jogjakarta menjadi percontohan secara nasional. Baik untuk program kependudukan KB maupun percepatan penurunan stunting. Tercatat Jogjakarta saat ini menyandang predikat juara 3 nasional," jelas Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Sabtu (28/5).
Program kolaborasi ini gratis untuk semua peserta. Tujuan ya agar KB MOW dapat menekan potensi anak stunting. Khususnya untuk keluarga dengan jenjang ekonomi menengah kebawa.
KB MOW ini menyasar perempuan yang telah menikah. Juga yang memiliki keluarga dan telah memiliki anak. Dengan pertimbangan sudah tidak ingin memiliki keturunan lagi.
"Hal ini yang memicu BKKBN menyediakan adanya program pelayanan KB MOW ini," katanya.
Untuk kedepannya BKKBN dan RSKIA SADEWA ingin untuk meningkatkan angka pengguna KB di daerah Jogjakarta. Setidaknya mampu mencapai target.
"Saya harap untuk capaian KB dapat memenuhi target atau memiliki peningkatan yang lebih tinggi dari peningkatan yang sekarang sudah ada," ujar Wakil Direktur Pelayanan Medis RSKIA Sadewa Dinda Rizki Hutari. (Vis/om18/Dwi) Editor : Editor News