JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memastikan 62 alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di wilayah DIY kini telah berbasis area traffic control system (ATCS). Dengan teknologi ini, praktis pengaturan lalu lintas (lalin) jika terjadi kepadatan bisa terpantau dari center room.
"Belum lama ini kami memasang APILL baru di Simpang Tembi, adalah up grade dari sistem otonom ke sistem ATCS," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Wulan Sapto Nugroho, Kamis (8/10/2026).
Dia menjelaskan, tujuan pemasangan APILL ATCS di seluruh wilayah DIY ini agar meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. APILL ATCS yang dikelola oleh dinasnya berada di jalan provinsi. Dia memastikan di kabupaten/kota di DIY telah ada fasilitas ini. Meski, tidak hafal secara rinci lokasinya.
Baca Juga: Tidak Ada Desa Tertinggal, 75 Kalurahan di Bantul Berstatus Desa Mandiri
Menurutnya, dengan adanya APILL berbasis ATCS pengaturan waktu siklus APILL bisa dilakukan di center room tidak harus langsung ke lapangan. Serta dengan intelligent transportation system (ITS) ini APILL ATCS sudah dilengkapi kamera CCTV.
"Sehingga kepadatan lalu lintas bisa dipantau dari center room," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan lalu lintas yang lebih efektif dan responsif. Penerapan APILL berbasis ATCS di Simpang Tembi, Sewon, Bantul yang baru-baru ini dipasang menjadi salah satu langkah memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian lalu lintas berbasis teknologi.
Baca Juga: Di Balik Kostum Wayang, Ada Petugas yang Menjaga Malioboro Tetap Bebas dari Asap Rokok
"Pengadaan dan pemasangan APILL ATCS ini didukung dengan sistem pemantauan dan pengendalian lalu lintas," jelasnya.
Sistem pemantauan dan pengendalian lalu lintas ini secara terintegrasi melalui command center room yang berada di Dishub DIY. Penerapan sistem tersebut dapat mengatur lalu lintas didukung dengan teknologi.
"Sehingga pemantauan kondisi lalu lintas dapat dilakukan secara lebih efektif dan responsif," imbuhnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita