Jumbrong dan Gaung Berkolaborasi lewat Sedulur Papat Limo Pancer, Momen Berkumpul dan Saling Kenal

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 22:00 WIB
AJANG SILATRUAHMI: Suasana event Sedulur Papat Limo Pancer di Titik Nol Kilometer, Senin (7/9/2026). Rizky Wahyu/Radar Jogja 
AJANG SILATRUAHMI: Suasana event Sedulur Papat Limo Pancer di Titik Nol Kilometer, Senin (7/9/2026). Rizky Wahyu/Radar Jogja 

JOGJA - Jogjakarta kembali membuktikan taringnya sebagai salah satu barometer  utama musik hip-hop di Tanah Air. Melalui kolaborasi antara Jumat Gombrong (Jumbrong) dan Gaung, panggung musik independen Jogja kembali dihentak lewat gelaran bertajuk 'Sedulur Papat Limo Pancer' yang berlangsung di Titik Nol Kilometer Jogja, Senin (7/9/2026) sore.

Founder Jumbrong DJ Paws mengatakan, event  ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus titik temu bagi para pelaku, penggiat, hingga penikmat hip-hop dari seluruh penjuru wilayah DIY. "Event ini bertujuan mengumpulkan teman-teman dari penjuru utara, selatan, barat, timur, tengah, hingga grup non-blok," ucapnya saat ditemui di sela acara, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 10 grup lintas wilayah unjuk gigi dalam ajang ini. Perwakilan wilayah barat diisi oleh KP Block (Kulon Progo), wilayah timur oleh Mystical Unic (Wonosari), wilayah selatan oleh Kingsdope (Bantul), dan wilayah utara oleh House of Ninja (Sleman).

Sementara itu, wilayah Kota Jogja diwakili oleh Begundal Clan, Lopatcos, Los Pakulamos, Jumbrong, serta Tropa. Gelaran ini semakin berwarna dengan hadirnya Melanesia Hip-Hop Jogjakarta yang mewakili wadah non-blok dari Indonesia Timur.

Baca Juga: Anggaran Penanggulangan Bencana di DIJY Rendah, Dibandingan Tingkat Risikonya: Ini Kata Komisi A

DJ Paws menjelaskan, kolaborasi dengan Gaung ini merupakan tahun kedua setelah pada tahun pertama sukses menggelar Kirab Hip Hop Nusantara dengan konsep performa berkonvoi dari Inna Garuda menuju Titik Nol Kilometer.

"Tahun ini kami ingin bikin sesuatu yang berbeda. Kami buat konsep gathering di pusat kota agar semua elemen hip-hop Jogja bisa kumpul lagi dan saling kenal. Apalagi ada beberapa muka lama yang sempat vakum dan kini kembali dengan nama baru," jelasnya. 

Antusiasme pegiat musik lokal terhadap acara ini terbilang tinggi, terlihat dari respons media sosial serta kehadiran para penikmat musik sejak sore hari meski digelar pada awal pekan. Melalui konsistensi ruang gerak seperti ini, DJ Paws optimistis ekosistem musik hip-hop di Jogjakarta akan terus bergairah dan melahirkan karya-karya baru.

Baca Juga: 30 Puskesmas Gunungkidul Belum Punya Psikolog Klinis, Gandeng UGM Perluas Layanan Kesehatan Jiwa

"Insya Allah Jogja tetap jadi barometer. Jumat Gombrong akan terus konsisten bikin event, baik skala kecil maupun besar, demi menghidupkan dan menjaga gairah hip-hop di Jogjakarta," tandasnya. 

Sementara, salah satu pelaku hip-hop Jogjakarta Anto Gantazz mengatakan, di kota pelajar hip-hop selalu ada. Sebab sejak kiprahnya pada 1990-an musik hip-hop di Jogjakarta selalu ramai dan variatif. 

"Di Jogjakarta hip hop selalu ada mau di-support maupun tidak. Berbagai macam pelaku tidak dari Jogja mereka aktif menjadi pelaku hip-hop," kata salah satu personel Jogja Hip-Hop Foundation itu. 

Baca Juga: Jogja Punya Cerita Horor, dari Sekolah hingga Kawasan Kotagede Sering Jadi Lokasi Penelusuran

Bukan tanpa alasan Anto mengatakan hal tersebut. Sebab dengan adanya event Sedulur Papat Limo Pancer ini, terbukti seluruh pelaku maupun pecinta musik hip-hop bisa tumplek blek di Titik Nol Kilometer.  "Ini sangat penting. Harapannya bisa di-support oleh pemerintah supaya kami bisa berekspresi dan orang-orang umum bisa menikmati hip-hop di ruang umum," lontarnya. (ayu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
jumbrong Momen Berkumpul hip-hop Gaung Gong