Pernah Kebingungan dengan Jalanan Jogja? Dari Patokan Mata Angin sampai "Jebakan" Jalan Satu Arah

Perawati • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:05 WIB
Penunjuk arah jalan di Yogyakarta. (Pinterest)
Penunjuk arah jalan di Yogyakarta. (Pinterest)

Menyesuaikan diri di tanah perantauan memang selalu punya tantangannya tersendiri. Bagi para mahasiswa baru di Yogyakarta, selain harus terbiasa dengan ritme kota yang santai, ada satu hal unik yang kerap membuat kepala menggeleng yaitu sistem petunjuk arah dan aturan lalu lintasnya. 

Bagi perantau yang belum terbiasa, navigasi jalanan di Jogja bisa jadi tantangan tersendiri yang memicu culture shock.

Keunikan pertama terletak pada cara warga lokal menunjukkan arah. Di saat daerah lain terbiasa menggunakan petunjuk "kanan" atau "kiri", masyarakat Jogja lebih sering mengandalkan mata angin. 

Rumus navigasi lokal ini sebenarnya sederhana jika sudah paham patokannya seperti, utara ditandai dengan Gunung Merapi, selatan mengarah ke pantai, barat menuju bandara baru (YIA), dan timur mengarah ke bandara lama (Adisutjipto).

Baca Juga: Anak Krakatau Tak Sendiri, Mengapa Enam Gunung Api Bisa Erupsi pada Hari yang Sama?

Namun bagi perantau yang belum memiliki insting arah, petunjuk seperti ini justru sering bikin makin bingung.

Tantangan tak berhenti di situ. Banyaknya ruas jalan satu arah (one way) di berbagai sudut kota Jogja kerap menjadi jebakan tersendiri bagi pengendara baru. 

Salah masuk jalan sedikit saja bisa memaksa pengendara memutar jauh hanya untuk kembali ke rute awal.

Fenomena ini turut dirasakan oleh content creator Esther Lubis melalui unggahan di akun TikTok-nya @estherlubis. Dalam videonya, ia menceritakan betapa sulitnya beradaptasi dengan sistem arah jalan di Jogja.

Saking membingungkannya aturan jalan satu arah dan patokan mata angin tersebut, Esther mengaku masih sering merasa kesulitan dan bingung meskipun sudah menjalani kuliah di Jogja selama tiga tahun.

Kerumitan navigasi ini seolah menjadi ujian kehidupan bagi setiap perantau yang tinggal di Jogja.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan Abu Lumpuhkan Penerbangan dan Aktivitas Sekolah di Jabodetabek

Pada akhirnya, tersesat di antara jalan satu arah atau salah membedakan barat dan timur menjadi cerita klasik yang justru memperkaya pengalaman merantau di Kota Pelajar.

Editor : Bahana.
arah mata angin jalanan jogja Kota Jogja Yogyakarta