JOGJA - BMKG Yogyakarta memprediksi curah hujan di DIY sepanjang September hingga Oktober 2026 sangat minim, bahkan berpotensi nihil. Kondisi tersebut dipicu fenomena El Nino kategori sangat kuat yang berpeluang memperpanjang kekeringan hingga akhir tahun.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Mamenun mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan analisis dinamika atmosfer dan laut pada 31 Agustus 2026, curah hujan berada di kisaran 0 hingga 20 mm per bulan. Angka tersebut mengindikasikan bahwa hujan nyaris tidak akan turun di seluruh wilayah DIY.
Kondisi tersebut dipicu aktivitas fenomena El Nino kategori yang sangat kuat hingga awal tahun depan. BMKG diketahui juga telah menetapkan status awas potensi bencana kekeringan di seluruh wilayah DIY.
“El Nino dapat mengakibatkan kekeringan yang berpeluang terjadi hingga Desember 2026,” ujar Mamenun dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Hasil Perlinsos Digital Disoal Pemkab, 131.491 Keluarga di Sleman Dinilai Tak Layak Dapat Bansos
Ia mengimbau agar masyarakat lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau. Terutama pada wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis. Ini karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih.
Mamenun memprediksi musim kemarau baru akan berakhir pada dasarian satu atau dua November 2026. Durasi musim kemarau tahun ini berkisar antara 19 hingga 21 dasarian di sebagian besar wilayah DIY.
“Masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mengantisipasi kondisi tersebut melalui pengelolaan sumber daya air secara efisien dan penyesuaian kegiatan sesuai kondisi wilayah,” pesannya.
Analis Kebijakan Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Iswari Mahendrarko mengatakan, mitigasi sejak dini menjadi prioritas utama mengantisipasi dampak musim kemarau. Pasalnya kemarau tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih, namun juga meningkatkan bahaya kebakaran dan gangguan kesehatan.
Baca Juga: Musim Kemarau, Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat di DIY: Kasus Terbanyak Terjadi di Gunungkidul
Pemkot Jogja secara resmi telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Ninort 100.3.4/2131/2026 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Kekeringan sejak tanggal 11 Agustus 2026. Poin utama dalam edaran tersebut meliputi imbauan penghematan air, menjaga kondisi tubuh, dan mencegah kebakaran.
“Kami mengimbau seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta dampaknya,” terangnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita