Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kekeringan Makin Meluas, BPBD DIY Usulkan Empat Sumur Bor ke BNPB

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Bocah bermain di bekas lahan pertanian yang retak akibat kemarau di kawasan Giwangan, Kota Jogja, Senin (27/7/2026). Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di DIJ berstatus siaga hingga awas terhadap ancaman kekeringan dan krisis air bersih. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Bocah bermain di bekas lahan pertanian yang retak akibat kemarau di kawasan Giwangan, Kota Jogja, Senin (27/7/2026). Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di DIJ berstatus siaga hingga awas terhadap ancaman kekeringan dan krisis air bersih. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

Advertisement

JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan pembangunan empat sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Empat sumur bor tersebut direncanakan dibangun di Kabupaten Gunungkidul dan Bantul. Dari jumlah itu, tiga sumur diusulkan untuk Gunungkidul dan satu lainnya untuk Bantul.

Kepala BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, Gunungkidul mendapat porsi lebih banyak karena dampak kekeringan di wilayah tersebut dinilai lebih serius. Sejumlah kapanewon yang terdampak cukup signifikan antara lain Rongkop, Gedangsari, Panggang, dan Tepus.

Advertisement

"Sebelum menetapkan lokasi sumur bor, kita sudah bekerja sama dengan badan geologi, geolistrik untuk menentukan titiknya," kata Ruruh saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (20/8/2026).

Tak hanya pembangunan sumur, BPBD DIY juga mengusulkan sarana pendukung untuk menyalurkan air dari tandon menuju masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan solusi yang tidak hanya bersifat sementara.

Advertisement

Namun, usulan pembangunan sumur bor tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah pusat. BPBD DIY juga belum dapat memastikan kapan pembangunan akan dimulai.

"Kalau di Kulon Progo mereka sudah menyiapkan anggaran dibantu Baznas, jadi tidak diajukan sumur bor," tuturnya.

Kekeringan Diprediksi Mencapai Puncak Agustus-September

Ruruh mengatakan, BPBD DIY telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kondisi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

Berdasarkan pemetaan dampak yang dilakukan, tiga kabupaten diperkirakan mengalami kondisi lebih serius, yakni Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul. Sementara dampak kekeringan di Sleman dan Kota Jogja relatif lebih rendah.

"Ini yang memang dampaknya lebih serius daripada Sleman dan Kota," ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Waspada Kekeringan di DIY Awal November 2026, BMKG Minta Dua Daerah Ini Hemat Air

Waspada Kekeringan di DIY Awal November 2026, BMKG Minta Dua Daerah Ini Hemat Air

BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dasarian I November 2026. Bantul dan Gunungkidul berstatus waspada, warga diimbau hemat air.

Ganti Baterai Saja Rp 8 Juta, Biaya Perbaikan Tinggi 100 PJUTS Gunungkidul Belum Tertangani

Ganti Baterai Saja Rp 8 Juta, Biaya Perbaikan Tinggi 100 PJUTS Gunungkidul Belum Tertangani

Ganti Baterai Saja Rp 8 Juta, Biaya Perbaikan Tinggi 100 PJUTS Gunungkidul Belum Tertangani

Pemeriksaan Istithaah di Gunungkidul Lebih Ketat, CJH Tak Bisa Bohong Lagi

Pemeriksaan Istithaah di Gunungkidul Lebih Ketat, CJH Tak Bisa Bohong Lagi

Istithaah Pemeriksaan Istithaah di Gunungkidul Lebih Ketat, CJH Tak Bisa Bohong Lagi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer