Bukan Sekadar Simulasi, Parlemen Pelajar Jogja Dorong Anak Muda Awasi Kinerja DPRD

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:21 WIB
AKTIF: Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Indaruwanto Eko Cahyono saat menjadi narasumber program Parlemen Pelajar yang diselenggarakan di Kantor DPRD Kota Jogja, Selasa (18/8/2026) -FOTO// DOKUMENTASI HUMAS PEMKOT JOGJA
AKTIF: Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Indaruwanto Eko Cahyono saat menjadi narasumber program Parlemen Pelajar yang diselenggarakan di Kantor DPRD Kota Jogja, Selasa (18/8/2026) -FOTO// DOKUMENTASI HUMAS PEMKOT JOGJA

JOGJA – DPRD Kota Jogja mendorong pelajar tidak hanya memahami politik dan demokrasi, tetapi juga berani ikut mengawasi kinerja wakil rakyat. Dorongan tersebut disampaikan melalui program Parlemen Pelajar yang diinisiasi Pemerintah Kota Jogja.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Indaruwanto Eko Cahyono menilai keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi sangat penting. Menurutnya, partisipasi politik tidak selalu berarti terjun menjadi politisi atau anggota legislatif.

Pelajar dapat mengambil peran dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab sekaligus mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah maupun wakil rakyat.

“Mereka harus melek politik tanpa ada keharusan untuk terjun langsung ke dalam pusaran politik. Supaya mereka tidak hanya dimanfaatkan sebagai pemilih pada saat pemilu, tapi juga harus mengawasi kinerja para wakil yang mereka pilih,” ujar Ndaru, sapaan akrabnya, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Besiktas vs Kauno Zalgiris Playoff Europa League, Black Eagles Diunggulkan

Politisi PAN tersebut menyambut positif pelaksanaan Parlemen Pelajar. Menurutnya, kegiatan itu dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk mengenal secara langsung tugas dan fungsi DPRD sekaligus melatih kemampuan menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik.

Pengawasan Bisa Dimulai dari Lingkungan Sekitar

Ndaru mengatakan, keterlibatan pelajar dalam pengawasan pemerintahan dapat dimulai dari persoalan yang mereka temui sehari-hari.

Salah satunya dengan melaporkan permasalahan lingkungan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Pelajar juga dapat menyampaikan aspirasi melalui media sosial dengan cara yang bertanggung jawab.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pemerintahan. Mereka dapat ikut menyampaikan persoalan sekaligus memberikan masukan terhadap kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Ndaru berharap Parlemen Pelajar tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi satu kali. Ia ingin pelajar diberikan kesempatan untuk mengikuti forum yang lebih dekat dengan proses kerja legislatif.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Kami ingin mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan seperti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), supaya mereka bisa menjadi perwakilan untuk menyalurkan aspirasi sekaligus masukan atas kebijakan-kebijakan di pemerintah kota,” tegasnya.

Ia juga berharap peningkatan pemahaman politik sejak usia sekolah dapat mendorong partisipasi pemilih muda. Edukasi tersebut dinilai penting untuk menekan angka golput dalam pemilu maupun pilkada mendatang.

40 Pelajar Ikuti Simulasi Parlemen

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jogja Polana Setia Hati menjelaskan, Parlemen Pelajar dirancang sebagai media edukasi mengenai demokrasi dan politik.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus partisipasi anak muda dalam kehidupan demokrasi.

Pada 2026, kegiatan mengangkat tema “Dari Ruang Kelas ke Ruang Sidang: Replikasi Wakil Rakyat Muda”.

Baca Juga: Sembilan Anak di Sleman yang Terpapar Radikalisme Harus Jalani Rehabilitasi

Sebanyak 40 pelajar SMA, SMK, dan MA di Kota Jogja mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Forum Komunikasi Pengurus OSIS Kota Jogja dan Forum Anak Kota Jogja (FAKTA).

Menariknya, para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai parlemen. Mereka juga diajak merasakan suasana kerja anggota DPRD melalui simulasi.

Para pelajar dibagi ke dalam kelompok yang disesuaikan dengan komisi-komisi di DPRD. Masing-masing kelompok kemudian mendapatkan isu strategis untuk dibahas dan didiskusikan.

“Kami create kegiatan ini sebagai media edukasi yang atraktif. Tentunya ini untuk meningkatkan pemahaman dari para pelajar terkait parlemen,” tegas Polana.

Melalui metode tersebut, Parlemen Pelajar diharapkan mampu memperkenalkan proses demokrasi dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Bagi DPRD Kota Jogja, keterlibatan pelajar juga menjadi peluang untuk membangun budaya pengawasan sejak dini. Sebab, generasi muda bukan hanya calon pemilih pada masa mendatang, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi terhadap jalannya pemerintahan.

Editor : Bahana.
Parlemen Pelajar dprd kota jogja demokrasi Pendidikan politik pelajar jogja