Kolaborasi Banyak Pihak, Gelar 297 Kegiatan di Berbagai Lokasi

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 06:15 WIB
NILAI-NILAI KEISTIMEWAAN: Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan Kurniawan membacakan sambutan Gubernur DIY Hamengku Buwono X. Dalam pesannya, gubernur meminta agar Keistimewaan DIY terus dijaga dan dikembangkan.
NILAI-NILAI KEISTIMEWAAN: Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan Kurniawan membacakan sambutan Gubernur DIY Hamengku Buwono X. Dalam pesannya, gubernur meminta agar Keistimewaan DIY terus dijaga dan dikembangkan.

 

PEMBUKAAN rangkaian Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK DIY menjadi ruang kolaborasi berbagai perangkat daerah, lembaga, komunitas, media, dan  pihak pendukung. Tercatat ada sebanyak 27 pihak terlibat mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Baik melalui penyediaan layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, kegiatan edukasi, dukungan teknis, maupun pengamanan dan kelancaran acara,” ujar Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan Nugraha Wahyu Winarna.

Baca Juga: Didukung Dana Keistimewaan, Perkuat Lumbung Mataraman

Dalam, Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan itu tercatat ada sebanyak 297 kegiatan yang dilaksanakan secara kolaboratif di berbagai wilayah DIY. Rangkaian tersebut menjadi ruang untuk memperkuat edukasi, partisipasi masyarakat, sekaligus menampilkan berbagai capaian pelaksanaan kewenangan keistimewaan.

Dari sisi layanan ke masyarakat, Dinas Koperasi dan UKM DIY menghadirkan Pameran UMKM Sibakul sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha. Kemudian Dinas PMKPPS DIY menyediakan layanan kependudukan. Sedangkan Dinas P3AP2 DIY memberikan layanan melalui Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Prima).

Di bidang literasi dan pertanian, Dinas Perpustakan dan Arsip Daerah DIY menghadirkan Pojok Baca. Lalu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyediakan layanan Pasar Tani. KPPD Bantul turut membuka layanan loket pajak kendaraan. Sedangkan Dinas PMPTSP Bantul menyediakan layanan publik pengurusan nomor induk berusaha (NIB) melalui GAMPIL.

Dukungan di bidang kesehatan dihadirkan  RSJ Grhasia melalui layanan skrining kesehatan jiwa, cek gula darah, cek gizi, cek tekanan darah, dan konsultasi psikologi. PMI Kulon Progo menyediakan layanan donor darah bagi masyarakat.

Dinas Kebudayaan DIY menghadirkan workshop mewiru jarik dan membuat dluwang. Komunitas Juru Bahasa Isyarat (JBI)  menghadirkan workshop Bahasa Isyarat Indonesia sebagai bagian dari kegiatan  membuka ruang pembelajaran dan komunikasi yang lebih inklusif.

Pemanfaatan teknologi didukung Paniradya Kaistimewan melalui layanan VR tata ruang dan pertunjukan didukung oleh GeoBIM. Kehadiran kedua pihak itu mendukung penyelenggaraan kegiatan yang memadukan teknologi dengan pengenalan tata ruang dan nilai-nilai keistimewaan.

Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Bagian Umum dan Protokol Setda Kabupaten Bantul, dan Bapperida Bantul turut mendukung dalam pelaksanaan kegiatan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menghadirkan pasar murah.

Baca Juga: Sasar Anak Muda, Dana Keistimewaan Dukung Penyelenggaraan Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa

Nugraha menjelaskan, rangkaian Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK DIY akan berlangsung hingga 13 September 2026. Puncak acara dilaksanakan di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, pada Senin (31/8). Kemudian rangkaian acara ditutup di Teras Malioboro Beskalan, Yogyakarta, pada Sabtu (12/9).

Dengan rangkaian itu, peringatan 14 tahun UUK DIY menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dan masyarakat, memperluas akses pelayanan, menguatkan UMKM dan potensi lokal, serta menunjukkan bahwa nilai-nilai keistimewaan dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Yogyakarta. (iza/kus)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
dinas kebudayaan UUK DIY Keistimewaan Paniradya Kaistimewan