Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Detik-Detik Merapi Membara, 12 Aliran Lava Panjang Terlihat dari Sleman

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Kondisi Terkini Gunung Merapi: Belasan Guguran Lava dan Ratusan Gempa Terdeteksi dalam 24 Jam. (Dokumentasi BPPTKG)
Ilustrasi, Gunung Merapi Kembali Bergolak, Lava 2 Kilometer Luncur ke Kali Sat. 

Advertisement

SLEMAN - Jika Anda menatap puncak Merapi pada 18 September 2026 kemarin, pemandangannya tampak menipu. Langit terlihat cerah, angin berembus pelan ke barat, dan suhu udara terasa sejuk. Namun di balik keindahan itu, gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut sedang menyimpan tenaga besar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan, status Merapi belum turun. Gunung yang mengapit empat kabupaten, Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten ini masih bertahan di Level III Siaga, level yang menuntut kewaspadaan penuh dari semua pihak.

Apa yang membuat status Siaga ini dipertahankan? Jawabannya ada pada asap kawah. Jika sehari sebelumnya asap hanya setinggi 10 meter, kemarin asap putih bertekanan lemah terlihat jauh lebih tebal, dengan tinggi mencapai 10 hingga 50 meter di atas puncak. Warna putihnya yang pekat menandakan ada dorongan kuat dari dapur magma.

Advertisement

Kegelisahan Merapi paling jelas terekam oleh seismograf. Alat itu mencatat 94 kali gempa guguran dalam 24 jam, sebuah lonjakan hampir dua kali lipat dari hari sebelumnya. Getarannya terekam dengan amplitudo 2 hingga 24 mm dan durasi yang cukup panjang, hingga 213 detik.

Belum selesai di situ, gempa hybrid yang menjadi indikator suplai magma juga melonjak menjadi 75 kejadian. Gempa dengan karakteristik S-P 0,3 hingga 0,8 detik ini adalah bahasa Merapi bahwa magma baru masih terus naik dan mengisi kubah lava di puncak barat daya.

Advertisement

BPPTKG juga mencatat 2 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo yang cukup besar hingga 75 mm, serta 2 kali gempa tektonik jauh. Kombinasi ini menegaskan bahwa sistem di dalam Merapi sedang sangat aktif dan tidak bisa dianggap remeh.

Bukti visualnya pun tak terbantahkan. Sepanjang hari pengamatan, petugas melihat 12 kali guguran lava pijar yang meluncur turun ke arah barat daya. Jalur yang dilalui adalah Kali Sat atau Kali Putih dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Bayangkan, material pijar berwarna merah menyala itu mengalir sejauh dua kilometer di kegelapan lereng. Pemandangan itu indah sekaligus mengerikan, menjadi pengingat bahwa kubah lava Merapi sedang dalam kondisi rapuh dan mudah runtuh kapan saja.

Karena itulah, peta bahaya belum berubah. Potensi guguran lava dan awan panas masih terkonsentrasi di selatan-barat daya, yakni Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer dari puncak. Ini adalah zona yang wajib kosong.

Sementara di tenggara, Sungai Woro ditetapkan berbahaya hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Jika suatu saat terjadi letusan eksplosif, lontaran batu dan material vulkanik diperkirakan bisa mencapai radius 3 kilometer dari puncak.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Cuma Datang Saat Bencana, Ini Pesan Penting Jusuf Kalla untuk PMI DIY di Tengah Pelantikan

Bukan Cuma Datang Saat Bencana, Ini Pesan Penting Jusuf Kalla untuk PMI DIY di Tengah Pelantikan

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menegaskan penanganan bencana membutuhkan koordinasi dan kerja sama seluruh pihak, dengan PMI berperan sebagai penghubung antara masyarakat maupun perusahaan yang ..

BPBD Kota Jogja Perkuat Notifikasi Peringatan Dini Bencana lewat Informasi WhatsApp dan Seluler

BPBD Kota Jogja Perkuat Notifikasi Peringatan Dini Bencana lewat Informasi WhatsApp dan Seluler

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja berencana memperluas penyampaian informasi peringatan dini bencana. Bentuknya lewat pesan Whatsapp dan pesan singkat jaringan seluler, agar informasi tersampaikan ..

Tips Sederhana Menyiapkan Tas Siaga Bencana untuk Siapa Saja

Tips Sederhana Menyiapkan Tas Siaga Bencana untuk Siapa Saja

Bencana alam kerap datang tanpa peringatan awal yang pasti. Dalam situasi darurat, kecepatan evakuasi menjadi kunci keselamatan. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer