Imbas Rendahnya Peminat SD Negeri di Kota Jogja, Hasto Wardoyo Dorong Sekolah Tingkatkan Kualitas

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:01 WIB
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. (Iwan Nurwanto/Radar Jogja)
 
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. (Iwan Nurwanto/Radar Jogja)  

JOGJA - Rendahnya capaian penerimaan murid baru SD negeri di Kota Jogja membuat Pemkot Jogja melakukan evaluasi. Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menilai peningkatan kualitas sekolah menjadi kunci untuk menarik minat masyarakat.

Menurut Hasto, kualitas sekolah cukup menjadi pertimbangan orang tua untuk mendaftarkan anaknya pada sekolah negeri. “Saya mau pompa betul supaya SD negeri berkualitas,” tegasnya saat ditemui di Balai Kota Jogja Kamis (23/7).

Hasto pun mengaku kecewa karena jumlah siswa yang mendaftar pada SD negeri hanya naik 200 orang atau sekitar 2.800 siswa. Sementara pada 2025, SD negeri di Kota Jogja menyerap 2.600 siswa.

Baca Juga: Dukung Program Strategis Nasional, DPRD Kebumen Segera Bahas Raperda MBG

Jumlah itu, masih jauh dari target yang diharapkan. Sebab Hasto ingin di sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini, ada penambahan sebanyak 1.000 siswa. Supaya kuota SD negeri sebesar 3.700 siswa dapat terisi.

“Saya masih agak gelo. Saya bilang, ayo kita naik 1.000. Ternyata naiknya hanya sekitar 200,” ujar Hasto.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, pada SPMB tahun ini SD negeri di Kota Jogja menyerap 2.845 siswa atau 79 persen dari total kapasitas sekolah. Dari jumlah tersebut 2.100 siswa merupakan penduduk Kota Jogja. Sementara 745 siswa siswanya merupakan warga luar daerah.

Baca Juga: PSS Sleman Belum Punya Manajer Resmi, Kim Jeffrey Kurniawan Fokus Jadi Pemain

Menyoroti hal tersebut, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Jogja Solihul Hadi mendorong agar sekolah mulai berbenah. Menurutnya sekolah harus punya daya tawar lebih supaya semakin diminati orang tua. 

Solihul menyebut, banyak orang tua mendaftarkan anaknya ke SD swasta agar bisa punya bekal keagamaan. Ia mendorong kepala sekolah dan guru SD negeri bisa melahirkan inovasi pelajaran keagamaan agar mendongkrak minat masyarakat.

“Jangan terus alam bawah sadarnya sudah bicara kalau ini (sekolah, Red) ora payu, tapi tidak mau bergerak untuk bagaimana agar bisa survive,” tegas Solihul. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
murid baru Kota Jogja Siswa sd negeri Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo