Sultan HB X Jadi Korban Scam Rekayasa AI, Diskominfo DIY Pastikan Video 100 Persen Palsu

Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 21:08 WIB

 

HOAX: Gubernur DIJ HB X Menjadi korban scaming Video yang Menampilkan visual dan suara© menyerupai HB X itu dipastikan merupakan rekayasa digital.
HOAX: Gubernur DIJ HB X Menjadi korban scaming Video yang Menampilkan visual dan suara© menyerupai HB X itu dipastikan merupakan rekayasa digital.

 

JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono X menjadi sasaran pencatutan identitas melalui teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Video yang menampilkan visual dan suara menyerupai HB X itu dipastikan merupakan rekayasa digital dan digunakan sebagai modus penipuan (scam) berkedok transaksi pembayaran barang. 


Pranata Humas Ahli Madya sekaligus Koordinator Humas Diskominfo DIY Ditya Nanaryo Aji menegaskan, hasil pemeriksaan teknis dan analisis konten yang dilakukan tim Humas DIJ memastikan video tersebut 100 persen palsu.

Baca Juga: Sembilan Bulan di Balik Jeruji, Lurah Srimulyo Nonaktif Wajiran Pulang tanpa Dendam; Saya Ingin Nanti Meninggal Tak Punya Masalah


"Ini merupakan temuan pertama yang langsung menggunakan sosok gubernur DIJ. Setelah kami lakukan pemeriksaan, dipastikan rekaman wawancara itu 100 persen palsu. Bapak Gubernur tidak pernah melakukan wawancara dengan narasi sebagaimana ditampilkan dalam video itu," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/7).


Kasus ini, kata Ditya, terungkap setelah GKR Condrokirono menerima laporan dari salah seorang koleganya yang memperoleh kiriman video melalui aplikasi WhatsApp. Selanjutnya, Humas DIY diminta melakukan verifikasi keaslian konten tersebut. 

Baca Juga: Masa Pramusim PSIM Jogja Siapkan 6 hingga 7 Laga Uji Coba, Seluruhnya Dipusatkan di Jogja selama Agustus 


"Tugas kami ada dua, memastikan apakah video itu pernah diproduksi humas dan menguji apakah kontennya merupakan hasil rekayasa AI. Hasilnya, video tersebut bukan produk kami dan merupakan hasil manipulasi digital," sambungnya.


Menurut Ditya, video itu dirancang untuk menggiring opini calon korban agar mempercayai skema transaksi yang tidak lazim. Dalam narasinya, seolah-olah HB X memberikan arahan agar pembayaran barang dilakukan sebelum barang dikirim. Rekaman itu juga memuat penyebutan tokoh tertentu serta narasi yang menyentuh ranah pribadi.

Baca Juga: KPPG Sleman Hentikan Operasional SPPG Karangwuni, Gegara Dugaan Keracunan MBG Siswa SMPN 3 Wates Kulon Progo


"Modusnya mengarah pada penipuan. Selain mengajak melakukan pembayaran barang di awal, isi videonya juga memuat narasi yang tidak pernah disampaikan Ngarsa Dalem," jelasnya.


Berbeda dengan hoaks pada umumnya, penyebaran video dilakukan secara tertutup melalui pesan pribadi WhatsApp, bukan dipublikasikan di media sosial. Meski berpotensi merugikan masyarakat, Ditya memastikan bahwa Pemda DIY belum berencana melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

 

"Pimpinan mengarahkan agar fokus kami saat ini adalah edukasi masyarakat mengenai penggunaan AI dan potensi penyalahgunaannya untuk hoaks. Prioritas kami adalah langkah pencegahan," tegas Ditya.


Ia menambahkan, dari sisi teknis, teknologi synthetic voice yang digunakan cukup mampu meniru intonasi suara Sultan HB X. Namun masih ditemukan kejanggalan pada ekspresi wajah dan gestur tubuh, sehingga masyarakat yang terbiasa melihat penampilan Ngarsa Dalem dapat mengenali video itu palsu.

Baca Juga: Dinsos Bantul Perkuat Perlindungan Anak dari Eksploitasi Jalanan, Simak Strategi Yang Dilakukan


"Selama kami bertugas di humas, Ngarsa Dalem tidak pernah menyinggung ranah pribadi seseorang dalam komunikasi publik. Itu menjadi indikator kuat bahwa video ini murni rekayasa," ungkapnya.


Sebagai langkah klarifikasi, Pemprov DIY telah mengunggah News Update berlabel Hoax melalui akun Instagram resmi @humasjogja. Masyarakat diimbau menerapkan prinsip saring sebelum sharing, memverifikasi setiap informasi yang mengatasnamakan Pemprov DIY maupun gubernur DIY melalui kanal resmi pemerintah dan media massa kredibel, serta tidak mudah percaya terhadap tawaran transaksi keuangan yang mencatut nama pejabat publik. (bas/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
palsu HB X Gubernur DIJ Hamengku Buwono Penipuan Scam