Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinsos Bantul Perkuat Perlindungan Anak dari Eksploitasi Jalanan, Simak Strategi Yang Dilakukan

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Kepala Dinsos Bantul Sukrisna Dwi Susanta. Cintia Yuliani/Radar Jogja
Kepala Dinsos Bantul Sukrisna Dwi Susanta. Cintia Yuliani/Radar Jogja

Advertisement

BANTUL - Dinas Sosial (Dinsos) Bantul terus melakukan berbagai langkah untuk melindungi anak-anak yang menjadi korban eksploitasi, baik sebagai pengemis maupun pengamen.

Upaya tersebut dilakukan melalui penertiban di lapangan, penguatan peran keluarga, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan terhadap aktivitas anak di ruang publik.

Kepala Dinsos Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, penanganan terhadap anak jalanan dan pengemis di bawah umur yang sempat menjadi perhatian publik di Banguntapan menjadi salah satu fokus pihaknya.

Advertisement

“Kami melakukan strategi penanganan dengan beberapa tahapan yang komprehensif,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Penanganan tidak hanya dilakukan melalui razia atau penertiban, tetapi juga diawali dengan memberikan pemahaman kepada keluarga agar tidak membiarkan anak-anak mencari penghasilan di jalanan.

Advertisement

Dinsos Bantul terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya ketahanan keluarga sebagai langkah pencegahan. Hal ini bertujuan agar anak tetap mendapatkan hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman. 

Selain itu, pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi anak mengamen maupun mengemis juga diperkuat. Pemantauan dilakukan bersama unsur masyarakat, relawan, dan pekerja sosial agar keberadaan anak jalanan dapat segera diketahui dan ditangani.

Operasi gabungan bersama Satpol PP dan Polres Bantul juga tetap dilaksanakan secara berkala. "Sejumlah sasaran pengawasan di Simpang Empat Bakulan, Gose, Klodran, Druwo, Wojo, Giwangan, Ngipik, Ketandan, hingga kawasan Blok O," katanya.

Apabila ditemukan anak di bawah umur yang melakukan aktivitas mengamen atau mengemis, petugas akan melakukan penjangkauan, pendataan, serta evakuasi.

Anak-anak tersebut akan dibawa terlebih dahulu ke Kantor Satpol PP sebelum kemudian dirujuk ke shelter kesejahteraan sosial untuk menjalani pendataan identitas, asesmen awal, dan pembinaan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setelah Puluhan Tahun di Pasar Seni Gabusan, Tahun Ini Bantul Creative Expo Pindah Tempat ke SSA: Ini Alasannya!

Setelah Puluhan Tahun di Pasar Seni Gabusan, Tahun Ini Bantul Creative Expo Pindah Tempat ke SSA: Ini Alasannya!

Bantul Creative Expo (BCE) tahun ini akan digelar di area parkir Stadion Sultan Agung (SSA), berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan. Acara berlangsung selama sembilan hari, mulai..

Empat Pendaftar Perebutkan Satu Kuota Transmigrasi di Bantul, Keluarga Terpilih Akan Diberangkatkan ke Polewali Mandar

Empat Pendaftar Perebutkan Satu Kuota Transmigrasi di Bantul, Keluarga Terpilih Akan Diberangkatkan ke Polewali Mandar

Sebanyak empat pendaftar program transmigrasi di Bantul memperebutkan satu kuota yang disediakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul. Rencananya, satu peserta terpilih akan ...

Untuk Pertama Kalinya, Kejari Bantul Serahkan Penetapan Perwalian Anak dari Orang Tua Disabilitas Intelektual

Untuk Pertama Kalinya, Kejari Bantul Serahkan Penetapan Perwalian Anak dari Orang Tua Disabilitas Intelektual

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul menyerahkan penetapan perwalian seorang anak yang orang tuanya merupakan penyandang disabilitas intelektual kepada wali yang telah ditetapkan. Penyerahan perwalian ini menjadi yang ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer