JOGJA - Maraknya aksi kekerasan remaja, perundungan hingga geng sekolah mendapat perhatian serius dari lembaga pendidikan. SMAN 6 Jogja menyiapkan sejumlah langkah preventif melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala Sekolah SMAN 6 Jogja Sri Moerni mengatakan, dalam rangkaian MPLS pihaknya fokus untuk mengikis habis ego sektoral hingga potensi gesekan antarsiswa. Semua program orientasi juga dikemas dengan pendekatan yang humanis.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi afiliasi yang negatif di sekolah ini," ujar Sri saat dihubungi lewat sambungan telepon, Minggu, (12/7).
Menurutnya, pola masa orientasi di SMAN 6 Jogja tidak menggunakan metode yang kaku konvensional. Pada tahun ini, pihak sekolah mengedepankan pendekatan yang hangat dan ramah. Sejak pagi hari para siswa baru akan disambut dengan budaya Senyum, Salam, Sapa (3S) yang melibatkan berbagai elemen sekolah.
Baca Juga: Disdikpora DIY Waspadai Rekrutmen Geng Sekolah saat MPLS, Cegah Kejahatan Jalanan sejak Hari Pertama
Kemudian untuk menghapus sekat senioritas, pihak sekolah merancang program kolaborasi yang mendekatkan hubungan antara siswa baru, kakak kelas, hingga guru pendamping. Proses ini juga dikawal ketat oleh pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang telah terverifikasi dengan baik.
Salah satu kegiatan unik yang diterapkan untuk memupuk rasa kebersamaan adalah agenda makan bersama. Namun dengan menggunakan bekal yang dibawa oleh siswa dari rumah masing-masing. "Di situ ada unsur kebersamaan untuk menghindarkan senioritas dan sejenisnya," beber Sri.
MPLS di SMAN 6 Jogja juga fokus pada pembekalan materi penguatan kapasitas yang komprehensif. Pihak sekolah turut menggandeng instansi lintas sektor untuk mengisi materi dalam rundown acara MPLS.
Baca Juga: Masuk Kategori Siap Operasional secara Fungsional, MPLS Sekolah Rakyat Kulon Progo Diundur 31 Juli
Beberapa materi yang diberikan meliputi penguatan literasi dan numerasi, pengembangan bakat minat, serta wawasan Wiyata Mandala. Tak hanya itu, sekolah yang dikenal dengan sebutan "Namche" ini juga bekerja sama dengan perbankan untuk daerah untuk memberikan literasi keuangan. Serta berkolaborasi dengan puskesmas setempat untuk memberikan edukasi terkait kesehatan remaja.
Sri membeberkan, pada tahun ajaran baru ini, SMAN 6 Jogja menerima sebanyak 288 siswa baru. Para siswa terbagi dalam delapan rombongan belajar (rombel).
"Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman kekerasan maupun pengaruh buruk geng sekolah," katanya. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun