Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

HB X Sebut Muhibah Budaya ke Sragen Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial, Upaya Merangkai Ulang Sejarah Berdirinya Jogjakarta

Yusuf Bastiar • Kamis, 9 Juli 2026 | 21:33 WIB
Jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen mendampingi HB X bertemu wartawan di kompleks Pendopo Sumonegaran. Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen mendampingi HB X bertemu wartawan di kompleks Pendopo Sumonegaran. Yusuf Bastiar/Radar Jogja

 

JOGJA - Muhibah Budaya Pemerintah Provinsi DIY ke Kabupaten Sragen menjadi momentum penting untuk melengkapi kepingan sejarah lahirnya Jogjakarta.

Gubernur DIY Hamengku Buwono X menegaskan, kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar menelusuri jejak perjuangan Bendara Pangeran Harya (BPH) Mangkubumi sebelum mendirikan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Baca Juga: Petilasan Goa Mangkubumi di Sragen Dirawat Warga, Jadi Jejak Perjuangan Lahirnya Kasultanan Jogja

Dalam rangkaian kunjungan, HB X bersama rombongan menyambangi sejumlah situs petilasan Pangeran Mangkubumi di wilayah Bumi Sukowati yang kini masuk Kabupaten Sragen. 

Menurutnya, penelusuran langsung ke lokasi-lokasi bersejarah itu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan Mangkubumi sebelum menjadi Sultan Hamengku Buwono I.

"Kami ke sini untuk belajar. Bukan sekadar menelusuri sejarah, tetapi karena selama ini masih ada bagian-bagian sejarah yang belum kami pahami secara utuh. 

Baca Juga: Segera Tunjuk Pj Kepala Desa, Pemkab Magelang Masih Memproses Pemberhentian Kades Sambeng

Harapannya kami memperoleh rekaman sejarah yang lebih lengkap mengenai proses berdirinya Jogjakarta ketika Pangeran Mangkubumi masih berada dan tinggal di wilayah Sukowati," ujar HB X saat ditemui seusai gala dinner di Pendopo Sumonegaran, Kamis Petang (9/7/2026).

Hb X mengatakan, selama ini berbagai upaya penelusuran sejarah telah dilakukan, termasuk mencari arsip hingga ke Belanda. 

Namun, menurutnya, jejak perjuangan Mangkubumi di Sragen menjadi mata rantai penting yang selama ini belum tergali secara menyeluruh.

"Sejarah berdirinya Jogjakarta akan jauh lebih lengkap jika sumber-sumber sejarah di Sragen ini juga dipelajari," katanya.

HB X menilai, perjalanan Pangeran Mangkubumi di Bumi Sukowati merupakan fase penting sebelum lahirnya kasultanan.

 Karena itu, lanjut dia, rombongan Muhibah Budaya tidak hanya menghadiri kegiatan seremoni, tetapi juga mengunjungi langsung lokasi-lokasi yang pernah menjadi persinggahan Mangkubumi.

"Faktanya, sejarah Jogjakarta tidak hanya terjadi di wilayah Jogjakarta saja. Sumber sejarahnya juga berasal dari sini. 

Baca Juga: Edukasi Cegah Stunting dan Sampaikan Pesan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Ngestiharjo Kulon Progo Hadiri Posyandu di Turip

Karena itu kami datang bukan sekadar muhibah seperti biasa, tetapi juga melihat langsung tempat-tempat yang pernah disinggahi Pangeran Mangkubumi," ungkapnya.

Menurut HB X, kunjungan itu menjadi refleksi bahwa penulisan sejarah harus disusun secara utuh sejak masa perjuangan Pangeran Mangkubumi hingga berdirinya kasultanan.

 "Refleksinya ya untuk melengkapi sejarah kami agar lebih komplet. Selama ini yang kami pahami lebih banyak mengenai Hamengku Buwono I setelah menjadi raja.

Baca Juga: Dinkes Bantul Kejar Vaksinasi HPV, Sasar 12 Ribu Anak: Digelar lewat BIAS Agustus 2026

 Padahal sejarah sebelum itu perlu dipelajari langsung dari tempat-tempat seperti di Sragen ini," tandasnya.Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut baik kunjungan Muhibah Budaya itu.

Menurutnya, hubungan sejarah antara Sragen dan Jogjakarta kembali terjalin melalui penelusuran jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi.

 "Melalui kunjungan ini, Sragen dengan Jogjakarta kembali tersambung. Setiap Hari Jadi Kabupaten Sragen kami selalu memperingati kepahlawanan Pangeran Mangkubumi di Sragen.

Sejarah itu harus terus dijaga hingga sekarang," ujarnya.

Ia mengaku bersyukur HB X berkenan hadir langsung ke Sragen untuk melihat lokasi-lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan Mangkubumi. 

"Kami sangat berterima kasih kepada Ngarsa Dalem yang berkenan rawuh di Sragen untuk menyambung kembali mata rantai kesejarahan perjuangan Pangeran Mangkubumi.

Ini menjadi penguat bahwa sejarah Sragen juga merupakan bagian penting dari lahirnya Kasultanan Ngayogyakarta," tandasnya. (bas/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Pemerintah Provinsi DIY #HB X #sragen #Pangeran Mangkubumi #Gubernur DIY Hamengku Buwono X