Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Wisata, Pemprov Prediksi 1,7 Juta Wisatawan Berlibur ke Yogyakarta

Yusuf Bastiar • Rabu, 8 Juli 2026 | 15:51 WIB
Kawasan Malioboro masih menjadi primadona kunjungan wisatawan - Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Kawasan Malioboro masih menjadi primadona kunjungan wisatawan - Yusuf Bastiar/Radar Jogja

JOGJA - Momentum libur sekolah mendongkrak kunjungan wisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hingga 6 Juli 2026, tercatat sedikitnya 1.259.789 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di empat kabupaten, dengan Kabupaten Gunungkidul menjadi tujuan favorit setelah mencatat 568.279 pengunjung. Dinas Pariwisata DIY memperkirakan total kunjungan hingga akhir masa libur sekolah mencapai sekitar 1,7 juta wisatawan.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Ellya Shari mengatakan, angka tersebut masih bersifat sementara karena data kunjungan dari Kota Jogja belum seluruhnya masuk ke sistem pelaporan.

"Selama periode libur sekolah 15 Juni sampai 6 Juli 2026 jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata di DIY sebanyak 1.259.789 orang. Kota Jogja belum mengisi data kunjungannya. Sampai akhir periode libur diperkirakan sekitar 1,7 juta wisatawan yang mengunjungi DIY," ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan data sementara, Gunungkidul menjadi daerah dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni 568.279 wisatawan. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sleman dengan 447.791 wisatawan, disusul Bantul sebanyak 156.635 wisatawan, serta Kulonprogo 87.094 wisatawan. Menurut Ellya, kawasan Malioboro tetap menjadi destinasi favorit, terutama sebagai tujuan terakhir wisatawan sebelum meninggalkan Yogyakarta.

"Malioboro sering menjadi destinasi akhir sebelum wisatawan meninggalkan DIY setelah mengunjungi destinasi wisata di kabupaten dan kota karena dapat membeli suvenir maupun oleh-oleh untuk dibawa pulang," katanya.

Baca Juga: Sahid Group Wilayah Jawa Tengah & DIY Gelar CSR dan Wilujengan HUT 2026

Ia menambahkan, selama masa liburan tidak ditemukan keluhan berarti dari wisatawan, baik terkait parkir maupun praktik penarikan harga yang tidak wajar. "Walaupun terdapat kepadatan lalu lintas di ring satu destinasi wisata, khususnya Malioboro dan sekitarnya, secara umum liburan tahun ini berjalan aman," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menilai, lonjakan kunjungan wisata terlihat dari tingginya tingkat okupansi hotel di berbagai daerah. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari seluruh kabupaten dan kota sebelum menetapkan angka final kunjungan wisatawan selama libur sekolah.

"Data masih terus berjalan karena laporan dari kabupaten dan kota belum maksimal. Kami upayakan optimal hingga periode libur sekolah benar-benar berakhir sekitar 12 Juli 2026," imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, peningkatan kunjungan wisata turut berdampak pada naiknya mobilitas kendaraan yang masuk ke Jogjakarta. Pemantauan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kepolisian, serta instansi terkait menunjukkan peningkatan arus kendaraan terjadi di sejumlah koridor utama, seperti ruas Jogjakarta–Solo, Jogjakarta–Magelang, Jogjakarta–Wates, dan Jogjakarta–Bantul.

"Yang menjadi perhatian kami bukan hanya kelancaran arus kendaraan, tetapi juga bagaimana peningkatan mobilitas tersebut tetap dapat dikelola tanpa menurunkan kualitas pelayanan transportasi maupun kenyamanan masyarakat," katanya.

Menurut Chrestina, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar tingginya mobilitas selama musim liburan tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan maupun mengganggu aktivitas masyarakat lokal. Dengan pengaturan lalu lintas dan pemantauan di pintu-pintu masuk DIJ, arus kendaraan selama periode libur sekolah secara umum masih dapat dikendalikan.

Baca Juga: Sahid Group Wilayah Jawa Tengah & DIY Gelar CSR dan Wilujengan HUT 2026

“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya kelancaran arus kendaraan, tetapi juga bagaimana peningkatan mobilitas tersebut tetap dapat dikelola tanpa menurunkan kualitas pelayanan transportasi maupun kenyamanan masyarakat,” tutupnya. (bas)

Editor : Bahana.
#liburan ke yogyakarta #Yogyakarta #Dinpar DIY #wisata jogja