Kepala Dinas Perinkop UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan, banyaknya pelaku UMKM yang gugur karena karakteristik pelaku usaha yang labil. Misal, ketika ada program bantuan dari pemerintah maka masyarakat akan berbondong-bondong menjadi pelaku usaha.
Baca Juga: Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 Capai 86 Persen, Kontraktor Optimistis Selesai Agustus
Namun karena kurangnya perencanaan bisnis yang matang, usaha yang dibuat justru tidak berjalan dengan mulus dan berakhir mati. Oleh karena itu Dinas Perinkop UKM tengah merumuskan formula dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)
Totok, sapaan akrab Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengungkapkan, program yang sedang disiapkan bertajuk Business Plan Competition atau kompetisi rencana bisnis. Program tersebut bertujuan menggodok mental para wirausahawan muda dan mahasiswa supaya tidak tumbang ketika membangun usaha.
“Ini juga supaya pedagang mikro bisa menjadi pengusaha startup dengan rencana bisnis yang mantap,” ujar Totok saat ditemui di Kick Off Rakercab dan Forbiscap Hipmi Kota Jogja di Pasar Prawirotaman, Selasa (7/7).
Baca Juga: Kontribusi 23 Laga Tak Perpanjang Kebersamaan, PSIM Jogja Resmi Berpisah dengan Fahreza Sudin
Organizing Committee Rangkaian Rakercab & Forbiscab HIPMI Kota Jogja Leonita Agustina mengungkapkan, pendaftaran Business Plan Competition dibuka secara online mulai 7 Juli 2026. Lalu dilanjutkan presentasi secara offline di Taman Budaya Embung Giwangan pada 8 Agustus 2026 usai didapatkan lima tim terbaik. Kemudian dipilih tiga tim sebagai juara.
Leonita menjelaskan, lewat program itu pihaknya akan memberi pendampingan struktural agar usaha yang sudah dibuat tidak tenggelam. Bagi tiga pemenang juga akan dibimbing intensif. Mulai dari tata kelola hingga akses modal. Supaya rencana usaha mereka bisa tereksekusi dengan baik. "Kami tidak ingin ide bisnis hanya di atas kertas lalu hilang,” tegas Leonita. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita