JOGJA - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Cadangan SMA dan SMK Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi ditutup Selasa (8/7/2026) pukul 12.00 siang. Jalur cadangan yang dibuka untuk mengisi kursi kosong akibat calon siswa tidak melakukan daftar ulang itu dinilai efektif menutup kekurangan peserta didik di sejumlah sekolah negeri.
Kepala SMAN 10 Jogjakarta Sugeng mengungkapkan, pada pelaksanaan SPMB tahap pertama sekolahnya sempat kehilangan 19 calon siswa karena tidak melakukan daftar ulang. Namun, kata dia, seluruh kekurangan tersebut berhasil dipenuhi melalui jalur cadangan. "Pada tahap pertama ada 19 siswa yang tidak daftar ulang. Di tahap kedua ini sudah terisi penuh dan seluruhnya berasal dari rayon 1 sesuai prioritas dalam sistem Dikpora DIJ," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/6/2026).
Sugeng menjelaskan, sebagian besar siswa yang mengundurkan diri sebelumnya menempatkan SMAN 10 Yogyakarta sebagai pilihan ketiga saat mendaftar. Setelah dinyatakan diterima, mereka akhirnya memilih melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri maupun swasta yang dianggap lebih sesuai dengan pilihan maupun target melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Banyak yang diterima melalui pilihan ketiga, sehingga memang bukan sekolah yang benar-benar mereka inginkan. Akhirnya mereka memilih SMA negeri juga swasta yang menurut mereka lebih favorit atau lebih sesuai dengan rencana melanjutkan kuliah," katanya.
Menurutnya, mayoritas kursi pada jalur cadangan akhirnya diisi calon siswa dari rayon 1 yang menjadi prioritas penerimaan. Ia juga memastikan tidak terjadi kasus pendaftaran pada detik-detik terakhir yang menyebabkan peserta lain tergeser setelah sistem ditutup.
"Di sekolah kami tidak ada kejadian pendaftar masuk di menit-menit terakhir yang kemudian menggugurkan peserta lain. Prosesnya berjalan lancar," ujarnya.
Sugeng menilai mekanisme SPMB cadangan lebih efektif karena seluruh proses berlangsung melalui sistem yang dapat dipantau secara terbuka. "Lebih nyaman karena semuanya sudah ada di dalam sistem sehingga bisa dipantau bersama," katanya.
Di SMAN 3 Yogyakarta, Wakil Kepala Kesiswaan Dadang Triatmoko menyampaikan, sekolah hanya membuka satu kursi pada jalur cadangan. Kekosongan itu muncul setelah seorang calon siswa yang dinyatakan lolos ketika mendaftar hanya satu menit sebelum sistem ditutup pada seleksi reguler. Namun, lanjutnya, siswa tersebut tidak melakukan daftar ulang.
"Per hari ini pukul 12.00 kuota tersebut sudah terisi. Pendaftaran cadangan hari Senin dan Selasa sudah selesai, besok pengumuman dan dilanjutkan daftar ulang," ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY sekaligus Ketua Panitia SPMB SMA dan SMK Negeri DIY Suci Rohmadi mengatakan, setelah penutupan pendaftaran, panitia masih melakukan rekapitulasi jumlah kursi yang masih kosong di seluruh SMA dan SMK negeri di DIY.
"SPMB cadangan sudah ditutup hari ini pukul 12.00. Saat ini kami masih melakukan rekapitulasi sekolah mana saja se-DIJ yang masih kekurangan siswa. Nanti kalau sudah selesai akan kami sampaikan," ujarnya.
Apabila setelah proses tersebut masih terdapat kursi kosong, calon peserta didik yang hingga kini belum diterima di sekolah negeri maupun swasta dipersilakan menghubungi sekolah secara langsung. Suci berharap tidak lagi terjadi perpindahan siswa setelah dinyatakan diterima dan melakukan daftar ulang. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya kursi kosong di sekolah negeri.
"Harapannya kalau sudah mendapat sekolah ya sudah. Jangan rebutan antara negeri dan swasta. Jangan sampai sudah daftar ulang di negeri, kemudian pindah lagi ke MAN. Hari ini SPMB cadangan sudah selesai," tegasnya.
Terakhir, kata dia, dengan berakhirnya jalur cadangan, proses penerimaan peserta didik baru SMA dan SMK Negeri di DIJ tahun ajaran 2026/2027 resmi berakhir. Sekolah-sekolah selanjutnya bersiap memasuki tahapan daftar ulang, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), hingga dimulainya kegiatan belajar mengajar pada pertengahan Juli. (bas)
Editor : Bahana.