JOGJA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja mencatat tren penurunan kasus kebakaran dibandingkan tahun lalu. Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta waspada dengan melakukan berbagai langkah mitigasi.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid mengatakan, berdasarkan catatannya pada tahun ini hingga Mei rata-rata kasus kebakaran terjadi 4,75 kali dalam sebulan. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun lalu yang rata-rata kasusnya dapat mencapai 5,25 kali per bulan.
Menurutnya, penurunan kasus tersebut disebabkan karena faktor mitigasi dan koordinasi masyarakat terkait dengan pencegahan kebakaran mulai naik. Sehingga peristiwa kebakaran pun dapat diantisipasi sejak dini.
Baca Juga: Pemain Timnas Futsal Beri Motivasi Atlet Muda dalam Coaching Clinic di SMPN 13 Jogja
“Harapannya angka kejadian kebakaran terus menurun,” ujar Taokhid di Balai Kota Jogja, Senin (15/6/2026).
Kendati ada penurunan rata-rata kasus kebakaran, Mantan Camat Tegalrejo itu mengingatkan bahwa potensi kejadian kebakaran masih tetap ada. Pun hingga periode bulan Juni ini tercatat ada 24 kejadian kebakaran dan 16 di antaranya disebabkan oleh korsleting listrik.
Dia berharap, banyaknya kasus kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik bisa menjadi pengingat kepada masyarakat untuk terus waspada. Di sisi lain, Dinas Damkarmat Kota juga terus melakukan penguatan pencegahan melalui edukasi hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam melakukan penanganan awal kebakaran.
“Respons cepat masyarakat penting dilakukan, supaya api dapat segera dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitarnya,” tegas Taokhid.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengingatkan bahwa Satgas Jaka yang sudah dibentuk oleh Dinas Damkarmat harus bisa optimal dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran.
Program pelatihan pendampingan, dan pembinaan kepada warga dirasa perlu berjalan lebih intensif. Apalagi di kawasan padat penduduk.
“Disamping itu perlu juga pemetaan wilayah rawan kebakaran serta peningkatan sarana keselamatan,” tambah Seno. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita