JOGJA - Usia Pemkot Jogja yang sudah menginjak ke-79 tahun masih menghadapi berbagai masalah yang harus diselesaikan. Pimpinan dewan menyoroti sejumlah hal yang harus menjadi perhatian. Terkhusus agar program Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) benar-benar terwujud.
Wakil Ketua II DPRD Kota Jogja Triyono Hari Kuncoro mengatakan, dalam momentum itu ada sejumlah catatan sekaligus apresiasi. Misalnya untuk mewujudkan kota yang aman, ia menekankan bahwa rasa aman adalah fondasi utama kenyamanan masyarakat.
Baca Juga: HUT Ke-79 Pemkot Jogja Dorong Wisata Niremisi Jadi Strategi Nilai Tambah Ekonomi Kota Jogja
Dia mendesak pemkot bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk terus memperketat pengawasan terhadap tindak kriminalitas, kejahatan jalanan, hingga peredaran narkoba. Selain itu maraknya kenakalan remaja yang kerap meresahkan warga juga tidak boleh luput.
Kuncoro menyambut baik rencana pemkot menghadirkan penceramah populer di kalangan anak muda di momentum peringatan HUT. Karena hal itu bisa menjadi langkah awal pendekatan spiritual.
"Namun perlu ditindaklanjuti dengan pembinaan yang lebih intensif, dinas pendidikan pemuda dan olahraga harus bersinergi dengan ormas kepemudaan, keagamaan, dan karang taruna untuk mewujudkan itu semua,” ujar Kuncoro, Senin (8/6).
Politisi yang akrab disapa Pak Ustad itu juga menekankan penyelesaian masalah lingkungan. Menurutnya, aksi resik sudah diwujudkan melalui program kerja bakti rutin dan patut diberikan apresiasi. Namun dia menyoroti tentang keterlibatan tenaga pendidik dalam aksi tersebut.
Bukan tanpa alasan Kuncoro menilai tugas utama guru adalah untuk mengajar murid. Sehingga keterlibatan guru dalam program kerja bakti perlu dievaluasi agar mereka tetap fokus pada proses belajar mengajar di sekolah. Ini agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Sementara untuk implementasi indah, menurut politisi PKS ini, menekanan tentang penataan kota yang selaras dengan lingkungan. Sehingga penambahan ruang terbuka hijau, taman hijau, dan program Munggah Madhep Mundur Kali (M3K) perlu mendapat perhatian serius. "Skema pembangunan M3K juga mesti jelas, apakah dibiayai APBD, APBN atau CSR,” tegas Kuncoro.
Peringatan HUT ke-79 Pemkot Jogja dilakukan dengan upacara pada Senin (8/9). Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, perayaan hari jadi tidak boleh hanya sekedar seremonial yang menghabiskan biaya dan energi. Namun pemerintah harus bisa menelurkan program atau kebijakan yang berdampak nyata pada masyarakat.
Menurutnya, perayaan yang bersifat hanya hura-hura atau boros anggaran tidak akan meninggalkan manfaat berkelanjutan. Dia pun menginstruksikan agar jajarannya bisa menyelaraskan agenda perayaan dengan target kinerja yang melayani masyarakat.
"ASN harus sadar bahwa setiap kegiatan harus pro-people (berpihak pada rakyat) dan pro-environment (berpihak pada lingkungan)," ujar Hasto di sela upacara.
Sebagai contoh, Hasto mengungkapkan momentum HUT ke-79 Pemkot Jogja pemerintah sudah berinisiatif memberikan diskon pajak. Melalui kebijakan itu masyarakat sudah cukup tertolong karena mendapatkan relaksasi pajak.
Selain sektor pendapatan, mantan Bupati Kulon Progo ini juga mendorong program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan dan sosial masyarakat. Seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan gotong-royong perbaikan rumah warga tidak layak huni, karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.Baca Juga: Harapan di Balik Konversi Becak Listrik Momentum HUT ke-79 Pemkot Jogja: Tatap Asa Baru, Berharap Perbanyak Pengisian Daya dan Titik Servis
Meski demikian, Hasto tidak menampik pentingnya elemen hiburan dan apresiasi seni dalam perayaan ulang tahun. Kegiatan hiburan dinilai tetap diperlukan sebagai bentuk apresiasi bagi para pegiat seni dan masyarakat. Hanya memang harus tetap dalam koridor yang produktif.
"Intinya mari jadikan momentum ini (HUT Pemkot) untuk berbenah, bekerja mengejar target kinerja, sekaligus melayani masyarakat dengan lebih baik lagi," tandas Hasto. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun