Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar 1,8 Km, Warga Diminta Waspada Lahar

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

Advertisement

 SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan tanda-tanda belum reda. Dalam periode pengamatan Jumat (14/8/2026) pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini kembali meluncurkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali. Material panas itu mengarah ke Kali Krasak dan Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, cuaca di sekitar puncak saat pengamatan berlangsung cerah berawan. Angin bertiup tenang ke arah barat, dengan suhu udara berkisar 16,1 hingga 18,5 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 87,5-96,2 persen. Kondisi ini membuat visual gunung terpantau jelas, meski sesekali tertutup kabut tipis.

Dari sisi kegempaan, alat pemantau mencatat 19 kali gempa guguran, 27 kali gempa hybrid atau fase banyak, dan dua kali gempa vulkanik dangkal. Data ini, menurut petugas pemantau Yulianto, menjadi indikasi bahwa suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung hingga saat ini.

Advertisement

Dengan kondisi tersebut, status Gunung Merapi tetap dipertahankan pada Level III atau Siaga. BPPTKG menegaskan potensi bahaya masih mengintai di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan bisa menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau untuk tidak beraktivitas apa pun di kawasan rawan bahaya tersebut. Kewaspadaan ekstra juga diminta terutama saat hujan turun di sekitar puncak, mengingat potensi lahar dan awanpanas guguran (APG) bisa muncul sewaktu-waktu. Selain itu, warga juga diminta mengantisipasi gangguan abu vulkanik yang mungkin terbawa angin jika erupsi eksplosif terjadi.

Advertisement

BPPTKG memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas Merapi secara berkala. Status aktivitas dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan signifikan.

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Badan Geologi: Hoaks, Gunung Lawu di Jawa Tengah Akan Erupsi Besar, Aktivitasnya Masih Normal

Badan Geologi: Hoaks, Gunung Lawu di Jawa Tengah Akan Erupsi Besar, Aktivitasnya Masih Normal

Beredarnya narasi di media sosial yang mengklaim Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar akhirnya dibantah tegas oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Perkuat Kerja Sama Vulkanologi 50 Tahun, Indonesia-Prancis Riset Mitigasi Bencana Geologi di Merapi

Perkuat Kerja Sama Vulkanologi 50 Tahun, Indonesia-Prancis Riset Mitigasi Bencana Geologi di Merapi

Dubes Prancis untuk Indonesia bersama CEO IRD saat mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Sabtu (6/6).

Refleksi Dua Dekade Gempa Jogja, Ahli Geologi UPN Soroti Risiko Tata Ruang dan Bangunan Rentan

Refleksi Dua Dekade Gempa Jogja, Ahli Geologi UPN Soroti Risiko Tata Ruang dan Bangunan Rentan

Dua dekade setelah gempa bumi besar mengguncang DIJ pada 27 Mei 2006, kajian geologi terbaru menunjukkan bahwa sumber gempa tersebut jauh lebih kompleks dibanding pemahaman awal mengenai Sesar Opak. Guru Besar Ilmu Mana

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer