Yogyakarta – Fenomena Super El Niño diprediksi muncul lebih cepat dari perkiraan dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah. Menurut update terbaru dari CNN dan NOAA Climate Prediction Center per 14 Mei 2026, El Niño berkembang pesat di Samudra Pasifik dengan peluang besar mencapai kategori "Super" (suhu permukaan laut >2°C di atas rata-rata) pada akhir 2026.
NOAA melaporkan peluang El Niño muncul pada periode Mei-Juli 2026 mencapai 82%, dan hampir pasti (96%) bertahan hingga musim dingin belahan bumi utara (Desember 2026–Februari 2027). Probabilitas mencapai kekuatan "Super" (RONI ≥ +2.0°C) naik menjadi sekitar 1 dari 3 atau 37% pada puncaknya. Beberapa model bahkan memproyeksikan ini bisa menjadi El Niño terkuat sepanjang catatan sejarah.
"Super El Niño" merujuk pada peristiwa ekstrem seperti yang terjadi pada 2015-2016 (Godzilla El Niño) dan 1877-1878, yang memicu perubahan cuaca global drastis.
Indonesia, sebagai negara tropis di wilayah Indo-Pasifik, sangat rentan terhadap El Niño. Fenomena ini biasanya menyebabkan:
Baca Juga: Merapi Siaga Level III, Luncurkan 138 Guguran Lava dan 1 Awan Panas Guguran dalam 24 Jam
Kekeringan panjang dan curah hujan di bawah normal, terutama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Kebakaran hutan dan lahan yang lebih masif.
Penurunan produksi pertanian (padi, jagung, dan hortikultura) akibat musim kemarau panjang.
Kenaikan suhu udara yang memperburuk gelombang panas.
Potensi peningkatan kasus DBD di awal transisi, diikuti risiko kekurangan air bersih.
Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, dampak kekeringan bisa memengaruhi pasokan air PDAM, irigasi sawah di Sleman dan Bantul, serta sektor pariwisata jika cuaca ekstrem berlanjut.
Baca Juga: Mumpung Ada Waktu Luang karena Libur Panjang Dipakai Warga Kota Magelang Urus Adminduk
Pada El Niño kuat sebelumnya, beberapa wilayah di Jawa mengalami penurunan curah hujan hingga 30-50% di bawah normal.
Apa yang Harus Diwaspadai Masyarakat Jogja?
Persiapan Musim Kemarau Panjang — Hemat air sejak sekarang.
Petani — Siapkan varietas tahan kekeringan dan sistem irigasi cadangan.
Pemerintah Daerah — Perkuat mitigasi melalui BPBD DIY, antisipasi kebakaran hutan di Gunungkidul, dan stok pangan.
Kesehatan — Waspada dehidrasi dan penyakit terkait cuaca panas.
El Niño yang kuat biasanya "memuat dadu" menuju tahun terpanas baru di Bumi. Kombinasi dengan pemanasan global antropogenik dapat membuat 2026 atau 2027 memecahkan rekor suhu global. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin