JOGJA - Pemkot Jogja melakukan penyesuaian terkait penyembelihan hewan kurban dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini.
Utamanya soal pengelolaan limbah penyembelihan dengan tidak membuang semabarang. Panitia kurban didorong agar menyesuaikan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos), yakni menekankan gotong-royong warga dalam memilah dan mengolah sampah organik.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, tata kelola penyembelihan yang tertib, higienis, dan ramah lingkungan memang menjadi salah satu atensi.
Baca Juga: Ditinggal Razzi Taruna sebelum Kompetisi Usai, Van Gastel Soroti Dampaknya untuk PSIM Jogja
Selaras dengan Mas Jos yang menekankan aspek kebersihan, kesehatan lingkungan, dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Sehingga, limbah penyembelihan baik limbah padat maupun limbah cair seperti darah, isi rumen, kotoran ternak, hingga sisa organ yang tidak dimanfaatkan diimbau untuk tidak dibuang sembarangan ke saluran air atau sungai. Karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan bau tidak sedap.
“Panitia kami anjurkan untuk menyiapkan lubang penampungan limbah organik atau bekerja sama dengan petugas kebersihan dan pengelola lingkungan setempat,” ujar Panggarti dalam pesan singkatnya, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Disdikpora DIY Sediakan Tiga Kriteria Beasiswa untuk Sasar 15 Ribu Siswa
Selain aspek pengelolaan limbah, Mantan Kasi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner DPP Kota Jogja itu juga menekankan adanya reduksi plastik sekali dalam distribusi daging kurban. Panitia diimbau menggantinya dengan besek bambu, daun jati, atau wadah berulang.
Panggarti yakin, melalui kebijakan tersebut nantinya pelaksanaan Idul Adha di Kota Jogja bisa senafas dengan semangat Mas Jos. Karena selain memenuhi aspek ibadah dan sosial, juga mendukung kebersihan kota, kesehatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.
“Kami juga mendorong pelaksanaan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) memenuhi standar sanitasi dan kesejahteraan hewan agar proses penyembelihan lebih aman, sehat, dan terkendali,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Rajwan Taufiq menyatakan, saat ini tengah menyusun surat edaran terkait dengan pelaksanaan penyembelihan kurban. Salah satu poin krusialnya terkait dengan minimalisasi sampah plastik.
“Untuk surat edaran sedang disusun dengan materi terkait meminimalisasi penggunaan sampah plastik,” ungkapnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita