Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD DIY Ajukan Perpanjangan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Hingga 15 Mei

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 3 Mei 2026 | 15:08 WIB

 

Proses pembersihan material longsor di Pentingsari. (Dok BPBD Sleman)
Proses pembersihan material longsor di Pentingsari. (Dok BPBD Sleman)

JOGJA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY) telah mengajukan perpanjangan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi ke Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X.

Perpanjangan tersebut dilakukan dengan dasar masih adanya potensi bencana hidrometeorologi pada masa peralihan musim.

"Surat perpanjangan sudah di Pak Gubernur, mungkin saat ini masih di Biro Hukum Setprov DIY," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata saat dikonfirmasi, Minggu (3/5).

Keputusan pengajuan perpanjangan dilakukan karena musim pancaroba yang berpotensi memunculkan hujan dadakan dan cuaca ekstrem. Hal itu dipertegas dengan melihat kondisi cuaca di DIY yang tidak menentu pada beberapa hari ini.Hujan deras bisa tiba-tiba datang, kemudian panas menyengat juga menyertainya.

Baca Juga: Susunan Pemain Resmi PSS Sleman vs PSIS Semarang, Misi Super Elja Amankan Tiket Promosi Otomatis

"Rencana perpanjangan sampai 15 Mei," bebernya.

Cuaca ekstrem belakangan ini terjadi di Sleman pada Rabu (29/4). Hujan lebat disertai angin kencang bahkan mengakibatkan puluhan bangunan rusak. Baik rumah warga, kandang, maupun fasilitas umum ikut terdampak.

Selain itu, dasar perpanjangan status siaga darurat hidrometeorologi juga mengacu pada perkembangan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta. Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, mengatakan prediksi hujan dasarian I hingga III Mei tahun ini masuk kategori rendah. 

"Dalam tiga bulan ke depan, curah hujan di wilayah DIY semakin menurun.Mei kriteria rendah, Juni rendah dengan sifat di bawah normal hingga bulan Juli," ujarnya. 

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus dan berakhir pada dasarian II Oktober hingga dasarian I November. Tahun ini diperkirakan musim kemarau akan lebih kering. 

"Antisipasi dapat dilakukan dengan mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami kegagalan panen," bebernya. (Oso)

Editor : Bahana.
#bpbd diy minta perpanjangan masa tanggap darurat #BPBD DIY #gubernur diy