Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belum Putuskan Perpanjangan, BPBD DIY Masih Tunggu Cuaca Tiga Hari Ke Depan soal Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Tengah Cuaca Tak Menentu

Agung Dwi Prakoso • Senin, 20 April 2026 | 20:43 WIB
CUACA EKSTREM: Penumpang memandang keluar dari dalam becak yang dilapisi mantel saat hujan mengguyur Kota Jogja, kemarin (24/10).
CUACA EKSTREM: Penumpang memandang keluar dari dalam becak yang dilapisi mantel saat hujan mengguyur Kota Jogja, kemarin (24/10).

JOGJA - Status siaga darurat bencana hidrometeorologi di DIY telah berakhir pada Minggu (19/4/2026).

Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY belum memutuskan untuk melakukan perpanjangan, dikarenakan mempertimbangkan cuaca yang sering berubah belakangan ini.

Kepala BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, BMKG memperkirakan awal Mei di wilayah DIY sudah memasuki musim kemarau.

Baca Juga: Mahasiswa Jadi Korban Begal Payudara di Trirenggo, Bantul, Pelaku Belum Ditemukan

Namun tidak bias dipungkiri, cuaca belakangan ini masih terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Maka dari itu, BPBD memutuskan untuk tidak memperpanjang status siaga darurat hidrometeorologi terlebih dahulu dan memilih untuk menunggu serta memantau perkembangan cuaca.

"Kami masih mempertimbangkan ini kira-kira hidromet-nya itu mau kami perpanjang atau menuju ke kekeringan. Nah ini seminggu kemarin itu kami juga agak dikagetkan dengan hujan yang cukup lama beberapa hari dengan curah hujan yang cukup besar," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).

Baca Juga: Imbas Efisiensi Anggaran, Pengadaan Instalasi Hidran Kering dan Selang Pemadam Terkendala

Ia terus berkomunikasi dengan BMKG sebelum memutuskan perpanjangan tersebut. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi adanya cuaca ekstrem yang mendadak dan membutuhkan ketanggap daruratan dari BPBD.

"Ini terakhir (status siaga darurat hidrometeorologi) kan 19 April, tetapi kami mau perpanjang itu masih dalam draf perpanjangan. Kami mau lihat satu dua hari lagi, kira-kira ada potensi untuk adanya hujan ekstrem yang dadakan atau tidak," bebernya.

Misalkan diperpanjang, lanjutnya, status bencana siaga darurat hidrometeorologi akan diperpanjang hanya sampai 15 Mei bulan depan.

Baca Juga: Perpustakaan Keliling di Sleman Tak Bisa Berjalan Optimal karena Hanya Miliki Tiga Armada

Namun, apabila kondisi cuaca tiga hari ke depan sudah kering, otomatis status tersebut akan berakhir.

"Kami harus mempertimbangkan kira-kira ini trennya seperti apa, karena dasarnya kan tentu harus secara ilmiah dari BMKG seperti apa," imbuhnya.

Sebagai langkah persiapan, BPBD saat ini juga tengah melakukan pemetaan lokasi rawan kekeringan untuk memperbarui peta kekeringan yang sebelumnya sudah ada.

Selain itu, pihaknya juga tengah mendiskusikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kaitannya dengan skema penyediaan air bersih.

Baca Juga: Pelajar Terseret Arus di Pantai Parangtritis Ditemukan Meninggal di Pantai Depok, sebelumnya Pencarian Fokus ke Timur Ikuti Arus

"Kami melakukan semacam evaluasi dan juga pengkajian lebih mendalam lagi terhadap titik-titik sumber mata air yang tidak jauh dari lokasi-lokasi yang memang kami prediksi nanti akan dilanda bencana kekeringan," ucapnya.

Rencananya, apabila titik pemetaan sumber air sudah didapatkan,pihaknya akan mengajukan permohonan fasilitasi sarpras pendukung kepada BNPB.

Cara tersebut dinilai mampu menyelesaikan permasalahan kekurangan air secara berkelanjutan.

"Masih taraf diskusi, BNPB kelihatannya tertarik dengan hal itu. Harapan kami tadi penyelesaiannya itu tidak hanya temporal tapi penyelesaian yang berkelanjutan," jelasnya.

Baca Juga: Duh, Dua Belas Mahasiswi Terjebak Dalam Lift Lantai Empat Kampus Satu UAD, Damkar Turun Tangan 

Bantuan sarpras yang akan diajukan di antaranya pompa air, diesel hingga paralon yang mendukung distribusi air.

Kemudian, mekanisme pemasangannya akan mengajak masyarakat dengan cara gotong royong.

"Nanti masyarakat menyediakan tenaganya untuk memasang secara gotong royong. Nah idenya seperti itu," paparnya. (oso)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Cuaca Ekstrem #cuaca tak menentu #status siaga darurat #bencana hidrometeorologi #BPBD DIY