JOGJA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketersediaan pangan secara nasional aman. Bahkan khusus untuk komoditas beras stoknya masuk dalam level tertinggi.
Zulhas mengatakan, ketersediaan beras saat ini menyentuh angka 4,7 ton. Angka tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pangan secara nasional. Baik itu dari segi stok maupun harga di berbagai daerah.
Baca Juga: Mengoptimalkan WhatsApp Marketing dengan Segmentasi Audiens
Menurutnya, ketersediaan beras di Indonesia juga akan terus ditambah. Pada tahun ini ditarget untuk beras bisa surplus 4 juta ton. Upaya untuk mencapai target tersebut juga diwujudkan dengan kepastian distribusi pupuk, peningkatan infrastruktur irigasi, serta koordinasi dengan Bulog untuk menekan biaya logistik.
“Ke depan, harga beras di Madura, Medan, maupun Jogja harus sama. Tanpa ada beban biaya logistik,” ujar Zulhas di sela Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PAN DIY Kamis (16/4) malam.
Baca Juga: Evaluasi Menyeluruh PSIM Jogja; Dari Performa Tim yang Disorot hingga Struktur Klub Turut Dibenahi
Sosok yang juga Ketua Umum PAN itu menegaskan, dukungan ketersediaan pangan juga akan didorong melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Kehadiran program tersebut akan membantu petani dan nelayan untuk memperkuat produksi dan distribusi hasil panennya.
Zulhas menyatakan, bahwa dalam operasional KDMP dan KNMP nantinya akan membuka lapangan kerja hingga 35.400 untuk posisi manajer koperasi. Dia memastikan rekrutmen tidak akan ada intervensi dan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
“Tidak ada sogok-menyogok, tidak berlaku jaminan dari orang dalam, dan tidak ada surat sakti (dalam proses rekrutmen),” katanya.
Baca Juga: Demung di FIB UGM Dimaling, Pelaku Diduga Sama dengan Pencuri di ISI Surakarta dan ISI Yogyakarta
Di tingkat daerah, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi menyampaikan, serapan beras dari petani hingga April telah mencapai 101.196,9 ton. Jumlah itu tergolong cukup tinggi dan diklaim mampu menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurut Dedi, keberhasilan menyerap beras dengan capaian maksimal merupakan hasil kerja keras dan koordinasi dengan berbagai pihak. Dampaknya juga membuat petani tetap bisa mendapatkan harga layak untuk hasil panennya sekaligus turut menjaga ketahanan pangan.
“Kami mengajak seluruh petani untuk menjual gabah kering panen (GKP) kepada Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram,” tandasnya. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita