JOGJA - Ratusan pedagang Teras Malioboro (TM) mengikuti syawalan sekaligus syukuran setelah menghadapi libur panjang Lebaran tahun ini. Acara tersebut bertujuan memperkuat solidaritas antar pedagang dan pemangku kebijakan untuk mencapai cita-cita bersama, yakni kesejahteraan bagi pedagang.
"Teras Malioboro tidak hanya menjadi ruang usaha, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, ruang budaya, dan ruang pembelajaran bersama," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) DIY Agus Mulyono saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).
Tema yang diangkat dalam agenda tersebut adalah 'Tepa Salira Mbangun Katentreman lan Paseduluran Jati' dengan menghadirkan pembicara Gus Muwafiq. Menurutnya, acara tersebut menjadi fondasi untuk membangun ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.
"Menjadi pegangan prinsip bersama yang kita yakini menjadi satu tumpuan kuat untuk terus tumbuh bersama," bebernya.
Tantangan yang dihadapi, lanjutnya, bukan hanya peningkatan omzet. Tetapi juga menciptakan ekosistem yang tertib, kolaboratif, dan berdaya saing.
"Kami memandang bahwa penguatan Teras Malioboro ke depan tidak hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi pada kesiapan bersama dalam beberapa aspek utama," tuturnya.
Ia juga mengimbau kepada para pedagang agar mengedepankan pelayanan optimal sebagai wajah utama. Interaksi antara tenant dan pengunjung akan menentukan pengalaman dan citra Teras Malioboro secara keseluruhan.
"Pelayanan yang ramah, jujur, dan profesional menjadi nilai yang tidak dapat ditawar," tegasnya.
Baca Juga: SPMB SMK-SMTI Yogyakarta Masih Dibuka, Ada Jalur Golden Ticket
Menurutnya, strategi bisnis penting diterapkan untuk menentukan keberhasilan kawasan usaha. Terlebih lokasi TM berada di Jantung Kota Jogja. Namun, kualitas hubungan antar pelaku usaha juga penting untuk membangun kepercayaan.
"Membangun Teras Malioboro tidak hanya sebagai tempat berdagang, tetapi sebagai kawasan yang memiliki identitas, memiliki nilai, dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung," jelasnya.
Kepala Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM Teras Malioboro Wisnu Hermawan menambahkan ada sekitar 600 pedagang yang hadir dalam acara tersebut. Agenda tersebut merupakan bentuk perayaan syukur telah bersama-sama bisa mencari rezeki di Teras Malioboro.
"Semacam ritual budaya dan silaturahmi," ujarnya.
Baca Juga: Pasca Dugaan Keracunan MBG di Jetis Bantul, BGN Tutup Sementara SPPG Terkait
Agenda tersebut kali pertama dilaksanakan pasca seluruh pedagang Teras Malioboro terpadu. Pedagang dari TM Indra, Beskalan, dan Ketandan dikumpulkan dalam acara syawalan tersebut. Uniknya, seluruh pembiayaan acara tidak ada yang bersumber dari APBD Pemprov DIJ. Para pedagang iuran bersama untuk kelancaran acara.
"Hanya fasilitas sarana prasarana dari kami, kegiatan ini sepenuhnya dibiayai oleh tenant-tenant secara urunan. Dan kita tidak mengira kalau mereka juga ternyata punya kemampuan dan kemauan untuk mengadakan event secara swadaya," bebernya.
Ia juga mengatakan terkait pergerakan masyarakat di TM selama libur Lebaran. Terbanyak ada di H+2 Lebaran dengan total kunjungan 30.000. Kemudian pada hari biasa rata-rata ada sekitar 17.000 hingga 20.000 per hari.
"Selama Lebaran sampai sekarang ritme kunjungan masih tetap ada dan lumayan ramai," ucapnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin