Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kunjungan Wisata Sepi, Para Penghuni Terdampak dari Segi Ekonomi, Kebijakan Larangan Bus Parkir di Lahan Parkir Senopati Jogja

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 9 April 2026 | 14:55 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melarang kendaraan jenis bus untuk parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati. (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melarang kendaraan jenis bus untuk parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati. (Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)

 JOGJA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melarang kendaraan jenis bus untuk parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati. Kebijakan tersebut menyebabkan para penghuni, baik juru parkir, becak, pedagang asongan, dan sebagainya, menjerit karena sepi kunjungan.

Pengelola parkir dan becak TKP Senopati, Yanto, mengatakan kondisi yang mereka alami saat ini diwakilkan dengan istilah 'kolaps'. Dalam konteks ini, perputaran ekonomi mereka tersendat karena jumlah kunjungan menurun drastis. Selain itu, mereka juga belum mendapatkan solusi untuk pindah atau ada caralainnya setelah kebijakan itu diberlakukan.

"Jadi nuwun sewu rezeki kami juga dipindah alihkan mau dikemanakan enggak tahu," ujarnya saat ditemui di Kompleks TKP Senopati, Kamis (9/4/2026).

Kondisi tersebut mencekik para penghuni TKP Senopati. Mereka merasa kebijakan tersebut malah seperti menyingkirkan lapangan pekerjaan mereka. Ditambah lagi, pemerintah belum memberikan solusi yang pasti atas permasalahan tersebut.

Baca Juga: Elai Giban Kembalikan Inventaris Mobil dan Rumah Dinas, Sebagai Sikap Ketaatan dan Bentuk Keteladanan

"Makanya nuwun sewu niki dumateng pemerintah setempat, tolong ini kondisi kayak gini itu kami mau dikemanakan," keluhnya.

Pelarangan bus parkir di TKP Senopati dimulai sekitar pertengahan bulan Ramadan tahun ini. Hingga saat ini, bus tidak ada yang parkir di sana. Hanya mobil pribadi dan travel Hiace yang masih bisa parkir di sana.Kondisi tersebut menjadikan mereka terhimpit dari sisi pendapatan. Padahal, banyak dari mereka yang merupakan tulang punggung keluarga.

"Sing ning omah njagakke, sing kene golek duit tapi kaya wong dolan. Iki tulung iki dihidupkan lagi dari segi perparkiran dikarenakan juga dari pemerintah belum apa istilah mengerti soal keadaan kayak gini," jelasnya.

Berdasarkan keluhan dari para sopir bus yang ia terima, kebijakan tersebut juga mempersulit lokasi parkir. Sebab, kantong parkir selain TKP Senopati, jaraknya dengan Jalan Malioboro yang merupakan tujuan utama para wisatawan relatif jauh.

"Apakah Jogja mau dimatiin soal pariwisatanya," tanyanya.

Baca Juga: Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik di Magelang, Prabowo: Negara Besar Harus Mandiri Energi

Para pedagang di TKP Senopati saat ini jugasudah banyak yang tutup pasca Lebaran. Kendaraan yang masih diperbolehkan parkir di lokasi tersebut hanya Elf dan mobil pribadi. Itu pun dinilai masih sedikit. 

​"Pedagang itu semua ada sekitar 300 orang, belum lagi juru parkir," ucapnya. 

Terpisah, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan dirinya telah mengadakan audiensi dengan Walikota Jogja Hasto Wardoyo berkaitan dengan kebijakan larangan parkir transportasi jenis bus di TKP Senopati. Tujuan dari kebijakan tersebut adalah bagian dari penataan bus yang masuk ke Kota Jogja.

"Implikasi dari itu, ada di Taman Pintar. Nah ini kami koordinasi terus dengan Pemkot, skema yang memungkinkan seperti apa. Apakah drop off terus dijemput lagi ketika pulang atau seperti apa," ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Jogja mendukung terkait dengan rencana penataan kendaraan bus besar yang masuk ke Kota Jogja. Penyediaan kantong parkir pendukungnya juga sudah dipersiapkan. Sementara waktu, TKP Senopati hanya diperuntukkan bagi mobil pribadi dan elf.

Baca Juga: SD dan SMP di Kulon Progo Kekurangan Tenaga Pendidik, Guru Kelas hingga Mata Pelajaran Perlu Merangkap, Beban Kerja Tinggi

"Kalau bus itu kan kami sediakan di Giwangan dan parkiran Ngabean," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan tentang menyiapkan lahan parkir bus pariwisata di Kompleks Bandara Adisutjipto. Lahan parkir tersebut akan dioptimalisasi agar bisa digunakan menjadi semacam hub untuk parkir bus.

"Nantinya akan ada FGD membahas itu di bulan Mei," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#parkir senopati jogja #pengunjung sepi #lahan parkir #Parkir Nutuk #juru parkir