JOGJA – Pemkot Jogja resmi menjalin sinergitas dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jogja. Agenda penandatanganan kerjasama dilakukan di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah, Kamis (26/2).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks pemerintah memang tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kerjasama yang adaptif dengan berbagai pihak.
“Supaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan sosial bisa lebih menyasar masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Tambah Lima Armada Angkot 'Jempol', Wali Kota Magelang Kaji Opsi Angkot Gratis 24 Jam bagi Pelajar
Hasto menilai, Muhammadiyah memiliki posisi sangat strategis dalam struktur sosial masyarakat Kota Jogja. Lewat basis massa yang terorganisir, organisasi tersebut dapat pionir dan contoh bagi masyarakat luas dalam menciptakan ketertiban kota.
Mantan Kepala BKKBN itu mengungkapkan, bahwa implementasi kerjasama juga telah terwujud melalui program Kampung Tematik Brontokusuman. Program yang melibatkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu diwujudkan dengan konsep one village one sister university.
Bentuk kerjasamanya mencakup lansia care, berupa pendampingan kesehatan dan aktivitas produktif bagi kelompok lanjut usia. Lalu pengelolaan sampah melalui aksi bersih-bersih dan manajemen limbah mandiri.
Selain itu, universitas di bawah naungan Muhammadiyah itu juga melakukan pemberdayaan masyarakat berbasis akademik. Kampus terlibat langsung dalam memberikan solusi berbagai persoalan warga kampung.
“Ini adalah kerjasama yang menjadi contoh nyata pembangunan wilayah,” terang Hasto.
Sementara itu, Ketua PDM Muhammadiyah Kota Jogja Aris Madani menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terus dirajut. Dia menekankan bahwa Muhammadiyah yang besar di Kota Jogja memiliki tanggung jawab moral meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Kami percaya kerjasama ini merupakan langkah penting meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Jogja,” tandas Aris. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo