JOGJA - Kesiapan operasional embarkasi dan debarkasi haji berbasis hotel di DIY telah mencapai 80 persen setelah pelaksanaan simulasi kedua.
Pemerintah memastikan layanan haji tahun ini dapat berjalan sesuai standar dan siap digunakan saat pemberangkatan jemaah.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj RI Abdul Haris mengatakan, DIY menjadi daerah yang menerapkan pelayanan embarkasi haji berbasis hotel.
Fasilitas yang baik standar pelayanan hotel menjadi sarpras pendukung para jemaah.
"Melalui simulasi seperti ini, bisa semakin meyakinkan dan memberi kepastian bahwa embarkasi haji di DIY ini betul-betul siap, betul-betul mampu memberikan peningkatan terhadap pelayanan haji di sini,” ujarnya di tengah simualsi ke dua di Hotel Novotel Kulon Progo, Kamis (5/2/2026).
Beberapa evaluasi memang ditemukan dalam simulasi tersebut. Namun, ia memastikan embarkasi haji DIY bisa dilaksanakan saat pemberangkatan haji tahun ini.
Sekretaris Provinsi DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, embarkasi haji merupakan wajah pelayanan negara.
Pemerintah wajib memastikan jemaah berangkat dengan tenang dan tertib. Simulasi kedua itu, merupakan tahap pematangan sistem.
“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual. Karena itu, tata kelolanya pun harus dijalankan dengan kesungguhan lahir dan batin," ujarnya.
Kesiapan operasional, lanjutnya, telah mencapai 80 persen. Mulai alur penerimaan, akomodasi berbasis hotel dan mobilisasi menuju bandara berjalan baik.
Ada beberapa catatan evaluasi untuk menyempurnakan alur pelayanan, koordinasi lintas petugas, penguatan fasilitas bagi jemaah serta kelompok rentan.
Pada simulasi kedua dipastikan proses pemeriksaan kesehatan, pengelolaan dokumen, bea cukai, imigrasi dan boarding terintegrasi secara presisi.
"Tidak boleh ada keterlambatan layanan dan tidak ada jemaah yang merasa terabaikan," jelasnya. (oso/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita