YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) memberikan klarifikasi resmi terkait munculnya pernyataan dan tindakan hukum yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menegaskan bahwa segala bentuk gerakan atau pernyataan dari aliansi tersebut bukan merupakan representasi resmi maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah.
Poin Penting Pernyataan Resmi MPKSDI PP Muhammadiyah
Dalam keterangan tertulis yang dirilis melalui kanal resmi muhammadiyah.or.id, terdapat tujuh poin utama yang ditekankan untuk meluruskan persepsi publik:
Bukan Mandat Resmi: Tindakan Aliansi Muda Muhammadiyah tidak mencerminkan sikap resmi organisasi.
Prinsip Organisasi: Muhammadiyah tetap teguh pada prinsip dakwah amar makruf nahi munkar dengan menjunjung keadaban publik dan hukum yang berkeadilan.
Wewenang Pimpinan: Sikap resmi hanya boleh disampaikan oleh pimpinan yang berwenang sesuai AD/ART Muhammadiyah.
Klaim Individu/Kelompok: Penggunaan nama Muhammadiyah oleh pihak tertentu dalam ranah hukum tidak otomatis menjadi pandangan Persyarikatan.
Tanggung Jawab Pribadi: Muhammadiyah menghormati hak hukum setiap warga negara, namun hal tersebut bersifat personal/kelompok, bukan institusi.
Edukasi Etika Media: Mengajak generasi muda menjaga etika bermedia dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat.
Semangat Konstruktif: Fokus Muhammadiyah adalah membangun bangsa melalui jalur dialogis dan mencerahkan.
"Spirit Muhammadiyah adalah membangun umat dan bangsa dengan cara-cara yang konstruktif, dialogis, dan mencerahkan," ujar Bachtiar Dwi Kurniawan.
Baca Juga: Gabigol: Brasil Sangat Membutuhkan Neymar di Piala Dunia 2026
Menjaga Marwah Persyarikatan
Klarifikasi ini dikeluarkan guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat luas.
Muhammadiyah mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh klaim-klaim yang tidak memiliki legitimasi struktural dari pusat.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan keabsahan informasi terkait Muhammadiyah, disarankan untuk merujuk langsung pada kanal komunikasi resmi organisasi di tingkat pusat maupun daerah. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin