JOGJA - Kasus peredaran uang palsu terjadi di lingkungan Pasar Prawirotaman, Kota Jogja Rabu (31/12). Pelakunya seorang wanita paro baya berinisial MR, 48, asal Kemantren Kotagede.
Kasi Humas Polresta Jogja Iptu Gandung Harjunadi mengatakan, kasus peredaran uang palsu itu terungkap usai MR melakukan transaksi di sebuah kios daging. Milik korban Rejono, 62, sekitar pukul 09.00.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun Pengunjung Malioboro Melimpah Ruah, Wisatawan Keluhkan Kantong Parkir Penuh dan Membingungkan
Pada saat itu, MR membeli setengah kilogram daging sapi seharga Rp 70.000. Kemudian melakukan pembayaran dengan uang pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000. Kecurigaan muncul sesaat setelah transaksi selesai.
Menurut Gandung, korban merasakan ada kejanggalan pada fisik pecahan uang Rp 50.000. Lalu menyadari bahwa uang yang diberikan oleh pelaku palsu. Sehingga korban melapor kepada petugas keamanan pasar.
Baca Juga: Kapal Mendoan dan Alun-Alun Pancasila Dorong Wisata Kota Kebumen Jelang Tahun Baru
“Security pasar langsung mengamankan pelaku di pos keamanan dan ditindaklanjuti pengamanan oleh personel Polsek Mergangsan,” ujar Gandung dalam keterangan tertulisnya Rabu (31/12).
Berdasar hasil pemeriksaan lebih lanjut, polisi juga mengamankan dua lembar uang palsu lain dengan nominal Rp 50.000. Sehingga total ada tiga lembar uang palsu yang diamankan. Ketiganya diketahui memiliki nomor seri yang sama.
Gandung menyatakan, polisi juga sempat melakukan penggeledahan di rumah pelaku untuk mencari kemungkinan adanya alat cetak atau stok uang palsu lainnya. Namun dalam penggeledahan petugas tidak menemukan barang bukti tambahan.
Baca Juga: Carlos Pena Apresiasi Perjuangan Keras Penggawa Persita Tangerang saat Amankan Tiga Poin dari Arema
Saat ini, MR tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Mergangsan. Pelaku terancam dengan Pasal 245 KUHP tentang Pengedaran Uang Palsu. Ancaman hukumannya penjara paling lama 15 tahun.
"Kami meminta masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip dilihat, diraba, dan diterawang saat bertransaksi. Terutama menjelang pergantian tahun di mana aktivitas ekonomi meningkat," pesan Gandung. (inu)