Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DIY Siaga Darurat Hidrometeorologi: Puluhan Titik Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Bantul Hingga Gunungkidul

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:24 WIB
Potensi cuaca ekstrem di Indonesia.
Potensi cuaca ekstrem di Indonesia.

YOGYAKARTA – Sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini berstatus Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah DIY sejak Jumat (26/12/2025) telah memicu puluhan kejadian bencana, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, hingga luapan sungai.

Berdasarkan laporan harian Pusdalops PB BPBD DIY, Kabupaten Bantul menjadi wilayah terdampak paling signifikan. Hingga Sabtu (27/12/2025) pagi, tercatat ada 61 titik kerusakan di Bantul yang mencakup 7 titik gerakan tanah (longsor) dan 54 titik pohon tumbang.

Bantul dan Gunungkidul Terdampak Paling Parah

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata SH ST MKes, menyampaikan bahwa personel gabungan dari BPBD, relawan FPRB, TNI, Polri, hingga warga setempat masih terus melakukan penanganan di lapangan.

"Penanganan dan asesmen masih berlangsung. Di Bantul, gerakan tanah tersebar di Imogiri, Piyungan, dan Dlingo yang berdampak pada talud, akses jalan, hingga rumah warga. Sementara pohon tumbang mayoritas terjadi di wilayah Sanden dan Kretek," lapor Pusdalops BPBD DIY.

Di Kabupaten Gunungkidul, dampak cuaca ekstrem berupa pohon tumbang dan luapan sungai juga dilaporkan. Akses jalan di Tanjungsari sempat terganggu pohon tumbang berdiameter 70 cm, sementara luapan Kali Oyo sempat menggenangi jalan pemukiman di wilayah Playen.

Status Aktivitas Gunung Merapi: Siaga (Level III)

Selain ancaman hidrometeorologi, aktivitas Gunung Merapi juga terpantau masih tinggi. Pada periode pengamatan 26 Desember 2025, tercatat adanya 77 kali gempa guguran dan 59 kali gempa Hybrid/Fase Banyak.

Teramati pula satu kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.500 meter. BPPTKG masih menetapkan status Merapi pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.

Gempa Bumi dan Pantauan Libur Nataru

Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta mencatat terjadi 3 kali gempa bumi di wilayah DIY dengan magnitudo antara 2,5 hingga 2,6. Namun, gempa tersebut dilaporkan tidak dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Liverpool vs Wolves, Ketika Dua Tim Inggris Mantan Klub Mendiang Diogo Jota Ketemu di Anfield

Di sisi lain, meski diguyur hujan sepanjang hari, situasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di DIY secara umum terpantau aman dan terkendali. TRC BPBD DIY terus melakukan patroli di pos-pos pelayanan medis di Kota Yogyakarta untuk memastikan keamanan wisatawan di tengah kemacetan yang terjadi di beberapa titik.

Prakiraan Cuaca dan Himbauan BMKG

BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memperkirakan cuaca untuk hari Sabtu (27/12/2025) masih berpotensi hujan sedang yang disertai kilat/petir dan angin kencang, terutama di wilayah: Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, Gunungkidul bagian Selatan dan Tengah, dan Bantul bagian Selatan. 

Himbauan untuk Masyarakat:

Tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Lakukan pemangkasan dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah.

Pastikan saluran air bersih dari sampah untuk mencegah genangan.

Pantau informasi resmi kebencanaan melalui kanal BPBD DIY atau BMKG.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kedaruratan dapat menghubungi Call Center BPBD DIY di nomor (0274) 555585. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#cuaca jogja hari ini #Longsor Bantul #Banjir Bantul #Bencana DIY #Berita Jogja terbaru #bencana hidrometeorologi #cuaca jogja #BPBD DIY #cuaca yogyakarta #cuaca Yogyakarta hari ini