Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mulai Ditutup Hari Ini, Akses Jembatan Kewek Jogja Bisa Dibuka Kondisional

Iwan Nurwanto • Rabu, 10 Desember 2025 | 21:21 WIB
Penerapan rekayasa lalu lintas di Jembatan Kleringan yang menjadi dua arah sekaligus penutupan Jembatan Kewek, Kota Jogja, Rabu (10/12/2025).
Penerapan rekayasa lalu lintas di Jembatan Kleringan yang menjadi dua arah sekaligus penutupan Jembatan Kewek, Kota Jogja, Rabu (10/12/2025).

JOGJA - Akses jembatan Kewek mulai ditutup pada Rabu (10/12/2025). Namun pembukaan secara kondisional tetap bisa diterapkan.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pembukaan jembatan Kewek dilakukan secara darurat jika kondisi lalu lintas sangat padat. Misal terjadi kemacetan panjang dari jalan Kleringan hingga jalan Margo Utomo dari arah barat. Serta dari arah Stadion Kridosono di Jalan Abu Bakar Ali.

Meskipun dapat dibuka kondisional, Hasto menegaskan akses jembatan Kewek hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil pribadi. Sementara untuk jenis kendaraan besar seperti bus pariwisata dan truk dialihkan agar tidak melintas di atas jembatan.

“Di Kridosono juga sudah kami pasang portal, supaya kendaraan yang tinggi besar sudah tidak ke sini. Kemudian kami sudah mengkondisikan di depan Gramedia supaya alur lalu lintas tidak terlalu banyak membebani sini,” ujar Hasto saat meninjau rekayasa lalu lintas jembatan Kewek.

Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 itu menyatakan, rekayasa lalu lintas di jembatan Kewek memang sudah seharusnya dilakukan. Sebab infrastruktur penghubung antara kawasan Kotabaru dengan Malioboro itu sudah masuk kondisi kritis.

Berdasarkan hasil pengawasannya, tanggul di jembatan Kewek sudah mengalami penurunan. Kemudian juga ada patahan pada satu sisi jembatan selebar tiga sentimeter.

Hasto menyatakan, rekayasa lalu lintas di jembatan Kewek bakal diterapkan sampai pembangunan ulang. Kemungkinannya hingga pertengahan tahun 2026 mendatang, tergantung dari ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan ulang jembatan.

“Harapan saya bulan April sudah bisa dimulai (pembangunan jembatan kewek),” katanya.

Ada pola pengaturan lalu lintas ekstrem

Sementara itu, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Yuswanto Ardi menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan pola pengaturan lalu lintas imbas penutupan jembatan Kewek. Tujuannya untuk meminimalisasi beban kendaraan yang menuju ke kawasan Malioboro.

Ardi membeberkan, pola perubahan lalu lintas diterapkan pada akses kendaraan dari jalan Margo Utomo yang semula bisa langsung mengarah selatan langsung ke Malioboro. Kini diubah menuju timur ke arah Stadion Kridosono supaya bisa melewati flyover Lempuyangan.

Kemudian akses kendaraan dari arah utara di jalan Cik Di Tiro diperbolehkan menuju arah timur, atau ada penerapan dua arah di jalan Jendral Sudirman. Kondisi tersebut dilakukan jika ruas jalan menuju Kridosono dari arah utara mengalami kepadatan.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di simpang empat Galeria. Kendaraan yang sudah diarahkan ke timur dari simpang empat Gramedia bakal diperbolehkan menuju selatan ke jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo supaya bisa melewati flyover Lempuyangan.

Rekayasa tersebut diharapkan dapat memecah arus dan mengurangi tingkat kepadatan di seputaran Tugu dan Jalan Margo Utomo. Sekaligus menyesuaikan portal pembatas ketinggian yang terpasang di simpang Kridosono.

“Kesimpulannya akan ada dua pintu masuk utama yang menuju ke area Malioboro, dari awalnya hanya di Abu Bakar Ali atau di Tetek, akan terbagi melalui area selatan,” jelas Ardi. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jembatan kewek #rekayasa lalu lintas #Jembatan Kewek Jogja #Malioboro #perbaikan jembatan