Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Yogyakarta Akhir Pekan Ini  

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 7 Desember 2025 | 04:25 WIB
WASPADA: Cuaca di Jogja, Sabtu (6/12/2025). Sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.   
WASPADA: Cuaca di Jogja, Sabtu (6/12/2025). Sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.  

JOGJA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi adanya cuaca ekstrem yang akan melanda Yogyakarta pada akhir pekan ini.

Sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono menjelaskan, potensi peningkatan curah hujan itu dipicu karena ada sejumlah dinamika atmosfer.

Salah satu faktor utamanya adalah suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa yang terpantau hangat (28 hingga 31 derajat Celcius).

"Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer, yang kemudian memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan," katanya Sabtu (6/12/2025).

Selain itu, BMKG DIY juga memantau adanya bibit siklon 93W di sekitar Filipina serta sirkulasi siklonik di perairan barat Sumatera.

Sehingga fenomena itu menyebabkan pola belokan angin di sepanjang utara Jawa, yang berdampak langsung pada peningkatan awan hujan di wilayah Jawa, termasuk DIJ. "Itu yang memberi peluang hujan di wilayah DIY," cetusnya. 

Untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi itu, BMKG DIY telah memberikan peringatan dini ke daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Misalnya pada Sabtu (6/12/2025) potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul bagian utara.

Lalu pada hari Minggu (7/12/2025), ada intensitas hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di Sleman, Kulon Progo, dan Bantul bagian selatan.

Di sisi lain, Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan UGM Dwikorita Karnawati memperingatkan, potensi longsor dan banjir bandang masih mengancam berbagai wilayah di Indonesia.

Ini seiring masuknya puncak musim hujan pada November 2025 hingga Februari 2026. 

"Mitigasi bencana harus berbasis pada pemulihan dan perlindungan lingkungan untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik dan berkelanjutan.

Tidak ada gunanya merancang mitigasi apa pun jika lingkungan keselanatan jiwa tetap diabaikan," tandasnya. (ayu/laz)

 

 

Editor : Herpri Kartun
#suplai uap air #Yogyakarta #Hujan lebat #atmosfer #Cuaca Ekstrem #BMKG DIY #Hujan #Stasiun Meteorologi #DIY #intensitas #Jogja