JOGJA - Sebanyak 18 lukisan karya pelajar Yogyakarta dan Hluboka nad Vltavou, Republik Ceko, dipamerkan di SMPN 16 Yogyakarta Jumat (7/11). Pameran ini metupakan bagian dari program Sister City yang bertujuan mempererat hubungan kedua kota melalui seni.
Setiap karya menggambarkan tema-tema yang beragam. Mulai dari kebudayaan hingga alam. Sesuai dengan kategori yang ditentukan, yakni our nature, our city, dan our culture.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut, hasil karya yang ditampilkan sudah dikurasi oleh para juri. Penjurian sendiri, dilakukan secara silang. Karya anak-anak sekolah di Ceko dinilai oleh tim juri dari Yogyakarta. Begitu pula sebaliknya. “Kita jadi mendapat second opinion dari negara lain,” sebutnya.
Hasto menilai, hasil karya pelajar Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan karya pelajar dari Ceko. Hasto mengaku bangga karena karya siswa Yogyakarta mampu bersaing secara internasional.
“Kalau saya lihat sekilas, yang juara-juara tadi memang pantas. Bahkan juara satu dari kita tidak kalah dibandingkan juara satu dari Ceko. Itu membanggakan sekali,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 16 Yogyakarta Sujiyana menjelaskan, kegiatan Art Competition merupakan kolaborasi perdana antara sekolahnya, SMPN 5 Yogyakarta, dan sekolah-sekolah di Republik Ceko. “Kami mengirimkan masing-masing 60 siswa (SMPN 5 dan 16, Red), lalu diambil sembilan untuk tiga kategori,” bebernya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi pintu awal kerja sama pendidikan lintas negara. Sehingga dia berharap, tidak akan berhenti pada bidang seni rupa. Tetapi juga bidang lain seperti budaya dan akademik. “Ini baru pertama kali kami ikut. Ke depan, semoga tidak hanya lukisan, tapi juga kerja sama di bidang budaya dan akademik,” ujar Sujiyana.
Salah satu pemenang dari SMPN 5 Yogyakarta Jacinta Aura Ramadhani mengaku, meraih juara pertama dalam kategori our nature. Lukisannya disebut terinspirasi oleh kekayaan alam Indonesia.
"Saya menggabungkan berbagai elemen alam Indonesia, seperti bunga rafflesia arnoldii,” ceritanya. (mg/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita