Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Penghujan Leptospirosis Jadi Ancaman di Kota Jogja, Mayoritas Masyarakat Tak Sadar Gejala

Iwan Nurwanto • Rabu, 5 November 2025 | 13:40 WIB

 

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu

JOGJA – Masyarakat diimbau waspada terhadap sebaran leptospirosis. Sebab setiap musim penghujan, penyakit yang disebarkan lewat pengerat ini cenderung meningkat. Namun, masih banyak warga yang tidak sadar dengan gejalanya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, gejala umum penyakit meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot terutama di betis dan punggung, mual, muntah, dan mata merah. Namun terkadang masyarakat tidak menyadari gejala tersebut karena sering dianggap demam biasa.

“Jika gejala muncul setelah beraktivitas di tempat rawan penyebaran leptospirosis, maka harus segera memeriksakan diri,” pesan Endang saat ditemui di Balai Kota Jogja Selasa (4/11).

Namun, kasus meninggal dunia akibat leptospirosis masih ditemukan karena penderita tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Sehingga ketika ditangani oleh petugas kesehatan, sudah dalam tingkat keparahan tinggi.

Oleh karena itu, dia berharap agar masyarakat yang mengalami gejala leptospirosis segera memeriksakan diri ke fasyankes. Sebab sejatinya seluruh puskesmas dapat melakukan penanganan terhadap leptospirosis.

Hingga Oktober, lanjutnya, sudah ada 26 kasus leptospirosis. Dari jumlah itu enam orang di antaranya meninggal dunia. Kasus terbaru ditemukan Oktober lalu di Kelurahan Bumijo, Jetis. Korbannya merupakan seorang pria yang mengalami gejala leptospirosis setelah berkebun tanpa menggunakan alat pelindung diri.

“Sehingga memang penting sekali untuk menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di tempat yang disinyalir sebagai sarang tikus,” ujar Endang.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Surveilans Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Sholikhin Dwi Ramtana menyampaikan, sampai saat ini penyebaran leptospirosis didominasi oleh tikus. Namun tidak menutup kemungkinan hewan mamalia lain bisa ikut menularkan.

Sehingga dia meminta agar masyarakat bisa menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan ketika berkontak fisik dengan hewan peliharaan. Serta wajib menutup luka terbuka jika beraktifitas pada tempat yang terdapat genangan air. “Perilaku hidup bersih dan sehat penting dilakukan untuk mencegah penularan leptospirosis,” katanya. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #gejala #musim hujan #tikus #Dinas Kesehatan (Dinkes) #leptospirosis